Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjend Pol. Drs. Bambang Priyambadha, SH, M.Hum (tengah, memakai baju batik lengan pendek), Bpk Kunjung Wahyudi, ST.,M. CS. (tiga dari sebelah kiri).
- Advertisement

SURABAYA – Ideologi Pancasila memiliki pengertian yaitu nilai-nilai luhur budaya dan religius bangsa Indonesia. Pancasila menjadi dasar negara dan ideologi negara. Dan peran dunia pendidikan sangat strategis untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan Pancasila sebagai working ideology atau menerapkan Pancasila dalam keseharian. Menjadi bangsa Indonesia dengan dasar Pancasila adalah misi sebuah misi peradaban besar dunia.

Selain Pancasila, tentunya menjadi negara yang bersih Narkoba juga penting dalam mewujudkan nilai-nilai leluhur. Pasalnya beberapa kalangan anak muda masih tak peduli akan bahaya obat-obatan terlarang. Bahaya Narkoba selain dapat merusak organ tubuh, juga tentunya dapat merusak masa depan kaum pemuda.

Bagaimana Nilai-nilai Pancasila bisa dipahami dengan menerapkap tentang bahayanya Narkoba?

Lewat lomba ini Badan Nasional Narkotika Jawa Timur memberikan peranan penting kepada Lembaga-lembaga Pendidikan. Agar para pemuda tidak tersentuh obat-obatan terlarang tersebut.

Lomba tersebut di gelar dalam rangka meningkatkan peran serta Lembaga Pendidikan di Kabupaten atau Kota se-Jawa Timur untuk mewujudkan lingkungan pendidikan dalam kepeloporan pengalaman nilai-nilai Pancasila. Dalam hal ini Komisi Nasional Pendidikan Jawa Timur, Dinas Pendidikan Jawa Timur, Kesbangpol Jawa Timur, Kementrian Agama Jawa Timur, dan Badan Nasional Narkotika Jawa Timur mengajak Lembaga Pedidikan tingkat PAUD hingga SMA di Kabupaten atau Kota Provinsi Jawa Timur. Untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut.

Selain itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur Brigjend Pol. Drs. Bambang Priyambadha, SH, M.Hum juga membeberkan pihaknya sangat mendukung dalam kegiatan lomba tersebut. Dan tentunya ingin para remaja mengetahui tentang bahayanya Narkoba lewat Nilai-nilai Pancasila.

“Nah ini kita perdalam sekaligus bagaimana mendidik anak-anak ini memahami bahaya Narkotika dengan memahami nilai-nilai Pancasila tadi.” Ujar Brigjend Pol. Drs. Bambang Priyambadha, SH, M.Hum.

Para panitia juga menghimbau kepada Sekolah-sekolah yang ada di Jawa Timur untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Pesertanya pun mulai dari Paud/TK, SD/MI, SMP/MTS, dan juga SMA/SMK/MA se-Jawa Timur.

Momen tersebut sekaligus bisa memanfaatkan Fasilitator agar tidak hanya di kantor untuk berupaya penanggulangan Narkotika Namun, bisa diterapkan lewat Lomba yang diadakan. Keadaan Penanggulangan terkait masalah Narkotika sendiri berjalan terus pasalnya saat-saat ini sangatlah rawan dan terus meningkat.

Badan Narkotika Nasional Jawa Timur juga memaparkan bahwa pihak terkait lomba yang diadakan sudah terbilang paham tentang materi tersebut. Sehingga para fasilitator dapat menyampaikan materi bahaya Narkoba yang dirangkum dari Nilai-nilai Pancasila.

“Kami menilai bukan soal sekolahnya tapi nanti ada point kebijakan atau peraturan Walikota tentang Pancasila dan Narkoba itu, yang kedua keputusan Dinas Pendidikan atau Kementrian Agama tentang kegiatan dengan kebijakan penanganan Narkoba, yang ketiga keputusan Kepala Sekolahnya sendiri secara formalnya harus jelas ada sampai Tim dan pelaksanaannya”. Ungkap Kunjung Wahyudi, ST, MCs selaku Ketua Komisi Nasional Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Tentunya hal ini bisa memotivasi para pemuda-pemudi di Indonesia agar terhindar dari Narkoba. Selain itu para panitia lomba juga menghimbau Kepala Sekolah untuk mendaftarkan Sekolahnya dalam lomba tingkat se-Jawa Timur tersebut. Agar semua Sekolah tahu tentang bahaya Narkotika dan obat-obatan terlarang.

(Wildiana Kusuma)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here