Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. yang sedang mengisi di salah satu radio di Surabaya

Cinta itu dahsyat. Pesonanya memikat, ruhnya mengikat, kekuatannya menggugah, mengubah, menghidupkan, menggelorakan, mengarahkan, mengerahkan, memerdekakan. Namun, kadang cinta bisa juga membutakan, kalau tak dipandu dengan cahaya ilmu, bila tak dibingkai iman, bila tak ditata dalam ibadah. Ketika lepas dari koridor akhlak mulia.

Sobat. Hidup adalah pilihan. Agar tak salah memilih jalan, miliki ilmu sebelum beramal. Jangan asal pilih, teliti sebelum membeli. Sebab apa yang kita pilih pasti dimintai pertanggungjawabannya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Israa’ : 36

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” ( QS. Al-Israa’ : 36 ).

Sobat. memang kita bebas memilih dan tak ada paksaan untuk memilih. Namun ada resiko yang harus ditanggung. Begitulah semestinya, setiap pilihan mengandung resiko.

256. tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. ( QS Al-Baqarah : 256 )

Sobat. Setiap jalan ada rambu-rambunya. Jalan Surga dihampari kesulitan yang membuat lelah, gerah, dan susah, namun hasilnya bahagia dan full barokah. Adapun Jalan neraka dihiasi keindahan syahwat, kenikmatan pangkat, kemelimpahan fasilitas, kemeriahan popularitas ; bisa memakai jalan pintas, tidak perlu susah payah. Tinggal ikut arus, terus hingga muaranya.

Rasulullah Saw bersabda, “Dihampari jalan ke surga dengan perkara-perkara sulit yang dibenci. Dihampari jalan ke neraka dengan nafsu syahwat.” ( yang menggairahkan ).” ( HR. Bukhari- Muslim )

Sobat. Namun kita mesti sadar untuk mengambil peran besar, menyejarah dengan pekerjaan besar tanpa keterpaksaan, menuanaikan amanah tanpa tekanan, dan meraih sukses dalam kebahagiaan. Segera tentukan pilihanmu!

Sobat. bila engkau cinta surga, segera putuskan. Pilihlah yang terpenting. Pilih yang haq dan pilih yang terbaik. Pilih yang abadi dan pilih yang hakiki serta pilih yang membahagiakan.

Sobat. Ibnu Athaillah pernah mengatakan, “Jika kabur bagimu dua perkara, maka perhatikanlah salah satu dari keduanya yang terasa paling berat bagi nafsu, lalu ikutilah dia. Karena tidak ada yang berat bagi nafsu kecuali sesuatu itu yang benar.”

Sobat. di jalan cinta pejuang, sejak awal kita mengikrarkan bahwa kita semua milik Allah, dan hanya pada-Nya kita akan kembali. Maka dengan sahabat yang paling mesra, dengan isteri yang paling setia, atau anak-anak yang berbakti, hubungan kita bukanlah hubungan saling memiliki. Allah hanya meminjam dia untuk kita dan meminjamkan kita untuknya. Itu saja sobat. Sudah begitu besar karunia Allah, bahwa kita ditakdirkan bersama atau pernah bersama . Bersama di jalan cinta para pejuang.

Sobat. Ibnu Mubarak hidupnya penuh dengan perjuangan, pengorbanan, dan pelayanan. Suatu hari, ketika hendak berangkat untuk menuanaikan ibadah haji, membawa barang-barang nikmat, lezat penuh gizi. Ketika melintasi sebuah desa, di mana desa itu ternyata penduduknya nyaris mati kelaparan. Ngeri banget pokoknya.

Saking kelaparannya sebagian mereka makan bangkai. Maka Ibnu Mubarak memutar haluan dan memberikan seluruh barang bawaan, makanan dan bekal untuk haji semuanya diberikan untuk menyelamatkan penduduk desa yang mengalami kelaparan. Ia menunda Haji yang jadi dambaannya dan pulang ke rumah dengan penuh kerelaan. Subhaanallah.

“Barang siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan berbagai kesulitannya di hari kiamat. Dan barangsiapa memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah memudahkan baginya di dunia dan akherat.” ( HR. Muslim )

Sobat. bila taat tepat dan akurat, ia akan memproduksi amal dahsyat dengan pahala berlipat. Taat membawa nikmat. Taat yang melahirkan buah-buah taat, agar sifat jahat tidak tumbuh berkembang pesat.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa ! Allahu Akbar !

(Spiritual Motivator – Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku Gizi Spiritual. Majelis Kyai PP Al-Ihsan Baron Nganjuk. Dewan Pembina PP Al-Amri Leces Probolinggo. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here