449 Peserta UTBK SBMPTN Unej Yang Absen Dinyatakan Gugur

0
1
Foto dok, Peserta UTBK SBMPTN Unej mengerjakan ujian pada Senin (12/4/2021) (ANTARA/ HO - Humas Unej)

Bangga Indonesia, Jember, Jawa Timur – Sebanyak 449 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) Universitas Jember (Unej) Jawa Timur yang tidak hadir atau absen, dinyatakan gugur.

Total peserta UTBK SBMPTN di Unej pada gelombang pertama sebanyak 8.571 peserta dengan pelaksanaan ujian pada 12-18 April 2021 di Kampus Universitas Jember dan Kampus Bondowoso, sehingga jumlah peserta yang hadir sebanyak 8.122 peserta.

“Tingkat kehadiran peserta UTBK SBMPTN di Unej cukup baik yakni mencapai 94,8 persen,” kata Wakil Koordinator Bidang Humas Unej Didung Rokhmad Hidayanto di Jember, Senin.

Menurutnya, ratusan peserta yang tidak hadir tersebut tidak memberikan keterangan, sehingga pihaknya tidak mengetahui alasan mereka yang absen dan secara otomatis dinyatakan gugur.

“Hal tersebut sesuai dengan kebijakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang menyatakan bahwa peserta yang tidak hadir dalam UTBK otomatis gugur karena panitia tidak menyediakan sesi cadangan,” katanya.

Ia menjelaskan pihak Unej menyiapkan dua perangkat GeNose sebagai alat penapisan peserta UTBK SBMPTN 2021 di Kampus Unej yang berada di Kabupaten Jember dan Kampus Bondowoso.

Mereka yang dites GeNose adalah peserta yang tidak membawa surat keterangan dari RT/RW atau tidak membawa hasil tes cepat, namun bisa juga peserta yang berasal dari zona oranye dan merah yang setelah diwawancarai oleh petugas dipandang perlu perhatian oleh Tim Tanggap Darurat Kesiapsiagaan Bencana COVID-19 Unej.

“Dari peserta UTBK SBMPTN gelombang pertama di Kampus Unej yang melakukan tes GeNose sebanyak 70 orang dan 1 dinyatakan positif, sedangkan di Kampus Bondowoso sebanyak 17 orang yang hasilnya negatif semua,” katanya.

Secara keseluruhan, lanjut dia, pelaksanaan UTBK SBMPTN Unej gelombang pertama berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk menghindari penyebaran virus corona.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here