Delapan Cara Sederhana Mengenal Karakteristik Seseorang

8 Cara sederhana Mengenal Karakteristik seseorang

Sobat. Kenalilah mereka. Setiap  orang  berbeda, jika  tidak  mengenal  setiap orang  dan memahami setiap individualnya, anda  tidak mungkin bisa benar-benar  merangkul mereka.

Menebak karakteristik orang memang menyenangkan dan penuh tantangan. Pasti kamu juga pernah menebak-nebak karakteristik seseorang baik itu di kantor maupun di lingkungan sosial. Dari pertama kali bertemu, terkadang sudah bisa menebak orang tersebut bagaimana sifatnya, kredibilitas dan kinerjanya, bahkan hingga hobinya. Berikut ada 8 hal kecil yang bisa diperhatikan untuk menggambarkan karakteristik seseorang :

  1. Tatapan Mata : Apabila lawan bicara kita mempertahankan kontak mata saat berbincang berarti ia adalah sosok yang agresif dan agak menyeramkan. Akan tetapi jika ia mempertahankan kontak mata sekitar 60% maka karakternya menyenangkan, ramah, mudah dipercaya, dan menarik. Kurangnya kontak mata saat berkomunikasi dapat mencerminkan bahwa kurangnya kemauan dan kontrol diri.
  2. Tulisan Tangan : Seorang ahli grafologi Kathi McKnight memaparkan bahwa ukuran tulisan besar lebih cenderung extrovert sedangkan tulisan kecil lebih ke arah introvert. Selain itu untuk model tulisan, rangkaian huruf yang cenderung miring ke kanan berarti mereka mempunyai sifat sentimental dan ramah. Jika rangkaian tersebut tegak maka mereka bersifat pragmatis. Sedangkan tulisan lebih condong ke arah kiri maka mereka mempunyai sifat introspektif.
  3. Berjabat tangan : Biasanya ini menjadi faktor kedua setelah mata dalam menggambar kepribadian seseorang. Walaupun biasanya dilakukan pertama kali berkenalan atau bertemu dengan orang baru, berjabat tangan ini mempunyai pengaruh karir. Biasanya orang yang berjabat tangan lemah seringkali digambarkan sebagai yang kurang percaya diri, pemalu, dan kurang suka menerima tantangan. Apabila sebaliknya, maka ia adalah orang yang percaya diri dan ekspresif.
  4. Warna Favorit : Warna juga mempengaruhi karakteristik seseorang. Hitam seringkali mewakili karakter yang penuh detail, sensitif, dan artistik sedangkan putih erat bagi mereka yang bersifat logis dan terorganisir. Merah sebagai warna keberanian akan mendorong seseorang untuk bersifat proaktif. Hijau melambangkan kesetian dan kasih sayang. Biru digambarkan sebagai warna yang stabil, sensitif, dan suka mencari perhatian orang lain. Kuning sebagai lambang keceriaan yang menggambarkan sosok yang kreatif.
  5. Disiplin Waktu : Sebagai orang yang profesional tentu kamu dapat memberikan analisa tentang seseorang yang menghargai waktu atau tidak. Orang yang tepat waktu biasanya adalah orang yang disiplin, menghargai orang lain dan mempunyai target yang cukup jelas. Apabila sebaliknya maka orang tersebut sedikit banyak suka meremehkan orang lain, agak pemalas, dan kurang bisa memanfaatkan waktunya dengan baik.
  6. Perlakuan terhadap pelayan atau resepsionis : Cara kita memperlakukan karyawan pendukung seperti mereka juga merupakan cerminan cara kita memperlakukan orang lain. Meskipun terlihat sederhana, banyak orang menilai karakter seseorang lewat cara ini.
  7. Rentang waktu mengecek Handphone : Jika lawan bicaramu sering mengecek handphonedi tengah-tengah perbincangan, dapat digambarkan bahwa ia memiliki sifat kurang yang menghargai, bukan pendengar yang baik, dan kurang dapat berinteraksi langsung dengan orang lain.
  8. Cara Berkomunikasi  : Jika mereka cenderung membicarakan diri sendiri ada kemungkinan besar bersifat keras kepala, egois dan cenderung agak susah berbagi. yang ramah, rendah hati, dan suka berbagi.

Sobat. berikut ada 8 Prinsip yang dapat membantu Anda menjadi pendengar yang lebih baik :

  1. Pertahankan kontak mata dengan orang yang berbicara.
    2. Sensitif terhadap apa yang seharusnya tidak dikatakan.Perhatikan bahasa tubuh untuk pesan-pesan yang tidak berkaitan.
    3. Bersabarlah. Jangan menginterupsi, menyelesaikan kalimat pembicara atau mengubah topik.
    4. Dengarkan dengan empati dan dengarkan untuk memahami. Anggap saja akan ada kuis di akhir pembicaraan.
    5. Klarifikasi semua ketidakpastian setelah pembicara selesai berbicara. Pastikan Anda telah mengerti apa yang dikatakan dengan cara mengulangi apa yang anda dengar.
    6. Jangan melompat pada kesimpulan atau membuat asumsi-asumsi.Pertahankan sikap terbuka dan menerima.
    7. Dengarkan dengan baik. Hilangkan seluruh gangguan dan minimalkan filter internal dan eksternal.
    8. “Hadirlah bersama” si pembicara. Cobalah melihat hal-hal dari perspektif pembicara.

Demikian Sobat. Tip singkat  bagaimana kita  bisa mengenal karakteristik  seseorang secara sederhana dan membantu kita berhubungan dengan  orang lain menjadi jauh lebih baik. Semoga bermanfaat.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku Gizi Spiritual dan Character Building. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here