Bangga Indonesia, Surabaya – Dunia olahraga sepak bola tetap jadi favorit masyarakat Indonesia termasuk sepak bola mini Indonesia terus berkembang. Sejak resmi dikenalkan ke Internasional Mini Football (IMF) Februari lalu, kini tercatat 25 Provinsi bagian dari anggota Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI).
Ketua Umum Pusat Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Ir. DR. Yan Mulia Abidin menyebut Jawa Timur merupakan anggota terakhir yang resmi tergabung dalam cabang olahraga baru ini.
“Saya masih punya PR 13 lagi provinsi di Indonesia akan segera bergabung,” katanya saat melantik 63 pengurus KSMI Jawa Timur yang dikomandani Johny Hartono. Johny sendiri mengakomodasi sejumlah pembantunya dari berbagai unsur yang kompeten di bidangnya.
“Kami mengajak saudara semuanya untuk berpartisipasi membangun kemajuan sepakbola mini ini demi masa depan anak bangsa yang berprestasi di tingkat internasional,” ujarnya seusai dilantik di depan Director of Relations IMF Khaled Al Hadid. Inilah babak baru sepakbola mini yang bakal membuka harapan segar bagi olahraga nasional. Aura positif itu sudah terasa sejak pengurus KSMI Provinsi Jawa Timur resmi dikukuhkan dalam prosesi pelantikan di Graha Mahameru Surabaya, Jumat (21/11/2025). Acara yang berlangsung khidmat itu mengundang banyak perhatian. Beberapa tokoh internasional, tokoh olahraga regional, serta dukungan penuh dari berbagai elemen pembinaan olahraga.
Dalam sambutannya, Khaled Al Hadid yang asal Jordania ini meyakini KSMI Jawa Timur bakal mampu dan memiliki percepatan pertumbuhannya. Hal ini dibuktikan dengan antusiasme pengurus untuk berkomitmen serta dukungan KONI Jawa Timur, serta Pemprov Jatim. Sebanyak 63 pengurus yang dilantik menandai dimulainya langkah kerja kolektif untuk memperkuat fondasi sepak bola mini di daerah. Khaled Al Hadid menyampaikan apresiasinya terhadap kemajuan sepak bola mini di Indonesia. Ia menilai bahwa olahraga ini memiliki potensi besar untuk berkembang, mengingat popularitasnya yang meningkat serta peluang bagi pembinaan atlet muda di tingkat regional maupun nasional.
“Menurut saya, sepak bola mini memiliki masa depan yang cerah di Indonesia, dan Jawa Timur akan menjadi salah satu pusat perkembangannya,” ujarnya memberikan semangat.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh Johny Hartono. Dengan kekuatan 63 pengurus, KSMI Jawa Timur siap memperkuat pembinaan atlet usia dini serta membangun kompetisi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Johny juga merasa bangga karena Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah perdana Liga Nusantara (Linus). Ia berharap ajang tersebut dapat dievaluasi menyeluruh setelah pelaksanaan guna memperkuat format kompetisi ke depan.
“Kami ingin sepak bola mini menjadi wadah regenerasi atlet dan menjadi olahraga yang dinikmati masyarakat luas,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Umum KSMI, Ir. Dr. Yan Mulia Abidin, menegaskan bahwa penunjukan Jawa Timur sebagai lokasi event perdana sepak bola mini di luar Jakarta merupakan hasil seleksi ketat. Ia menjelaskan bahwa KSMI yang baru berdiri sejak 19 Februari telah melakukan beberapa kegiatan penting, termasuk berpartisipasi dalam program internasional.
“Liga Nusantara akan menjadi program berkelanjutan, bukan hanya event satu kali. Kami ingin kompetisi ini terus tumbuh,” jelas Yan.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan SK kepengurusan serta pembacaan komitmen untuk menyusun program kerja yang berkesinambungan. KSMI Jawa Timur bertekad menjalin sinergi dengan KONI Jawa Timur, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan olahraga untuk memperluas perkembangan sepak bola mini di seluruh kabupaten/kota.
Acara pelantikan pengurus ditutup dengan sesi foto bersama dan pemotongan tumpeng. Ini sebagai menjadi simbol harapan agar kepengurusan baru mampu mencetak prestasi sekaligus memperkuat eksistensi sepak bola mini di Jawa Timur. (Ist)















































