- Advertisement
Pernyataan Sikap Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa
“QUO VADIS MODERASI AJARAN ISLAM, AGENDA SIAPA?”
Memahami muncul dan berkembangnya ide atau wacana moderasi ajaran Islam menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diikuti. Suatu ide atau teori tidaklah muncul begitu saja tanpa sejumlah asumsi dan preposisi. Begitu pula gagasan pemikiran, tidak dapat lepas dari konteks peradaban yang melahirkannya. Tanpa menafikan hal-hal yang bersifat universal dalam setiap pemikiran, tidak pula dapat dipungkiri bahwa terdapat juga perbedaan-perbedaan yang mendasar, radix, ideologis yang menjadi landasan dan melatarbelakangi gagasan tersebut.
Oleh sebab itu, perlu untuk melakukan dialog intelektual dengan para penggagas jargon-jargon tentang pembebasan teks/nash, dekonstruksi tafsir al-Quran lalu menggantikannya dengan metode hermeutika yang digunakan dalam tradisi Bible, yang kemudian melahirkan sejumlah terminologi yang tidak dikenal sebelumnya dalam khazanah keilmuan salafush shalih, termasuk moderasi beragama.

Dunia Barat, termasuk kaum intelektualnya sangat faham bahwa eksistensi agama mereka tergugat dengan adanya Islam. Oleh sebab itu, para intelektual Barat yang mengkaji teologi dan filsafat Islam, sejak D.B. MacDonald, Alfred Gullimaune, Montgomery Watt sampai Harry Wolfson, Shlomo Pines, dan lainnya, memiliki framework yang sama. Dan jelas bahwa para intelektual Barat (orientalis) tidak mau mengakui bahwa pandangan hidup Islam adalah unsur utama berkembangnya peradaban Islam dan budayanya.

Untuk mempertahankan dan mengembangkan peradaban Islam tentu bukan berarti menolak mentah-mentah segala sesuatu yang berasal dari Barat. Sebaliknya, bersikap adil terhadap peradaban Barat juga tidak dimaknai untuk permisif terhadap masuknya berbagai unsur budaya dan peradaban asing. Dalam konteks ini, ada proses raddun ‘penolakan’ dan istbat ‘menetapkan’ sesuai dengan prinsip Islam.

Dalam konteks tersebut, pengarusutamaan sikap moderasi dalam beragama jika arahnya adalah untuk mereduksi beberapa bagian ajaran Islam yang dapat mengarah pada pendangkalan aqidah umat atau dalam kerangka untuk deradikalisasi ajaran Islam dalam bingkai war on Islam yang terus dilancarkan oleh Barat kepada Islam, maka hal itu tentu wajib ditolak, termasuk oleh kalangan intelektual sebagai pihak yang paling otoritatif untuk memberikan pejelasan nilai-nilai Islam yang syamilan wa kamilan, sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Maka melalui proses pengkajian yang mendalam dan sekaligus wujud kepedulian terhadap bangsa, Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa bersama ini menyatakan beberapa hal berikut ini:

1. Menolak dengan tegas proses pengarusutamaan ide moderasi beragama, apabila dimaksudkan untuk mereduksi ajaran Islam yang mulia ini dan atau dengan maksud untuk melakukan deradikalisasi atas ajaran Islam, sebagaimana yang selama ini gencar dikampanyekan oleh Barat ke dunia Islam.
2. Seluruh ajaran Islam itu adalah kebaikan karena berasal dari Dzat Yang Maha Baik, yaitu Allah SWT, dan ajaran Islam adalah jalan hidup (way of life) dan sekaligus solusi (problem solving) bagi seluruh permasalahan umat manusia, baik muslim maupun non muslim, sebagaimana penegasan Allah SWT bahwa Islam adalah sebagai rahmatan lil alamiin.
3. Ummatan wasathan adalah al-Khiyar wa al-ajwad umat pilihan yang berlaku adil dan yang terbaik merupakan prototype umat yang memiliki dan memegang teguh : prinsip tidak melampaui batas, baik dalam bersikap, bertutur kata, berbuat, termasuk beribadah. Prinsip tidak melakukan hal-hal yang sia-sia belaka, baik perkataan maupun perbuatan. Prinsip selalu berada dalam jalan yang lurus ( Al-Shirath al-Mustaqim) dengan senantiasa menaati syariatnya, mengikuti Al-Qur’an dan As-sunnah.
4. Merekomendasikan agar intelektual Muslim berhati-hati dalam menggunakan berbagai terminologi baru yang tidak ditemukan penjelasannya dalam kitab-kitab turats para ulama salafush shalih, baik dalam kitab-kitab mu’jam, fikih, atau lainnya, seperti Islam moderat, moderasi Islam (wasathiyah Islam), radikalisme, ekstremisme, fundamentalisme, terorisme, dan sejenisnya, tetapi disisi lainnya menolak konsep ajaran Islam seperti jihad fi sabilillah, kafir, Khilafah dan sejenisnya. Karena semua itu sesungguhnya merupakan rancangan Barat, sebagai bagian dari ghazwul-fikr dan ghazwuts-tsaqafi.
5. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim untuk melakukan penyadaran atas hal-hal fundamental dari ajaran Islam yang telah disalahpahami umat, sekaligus mengadvokasi pentingnya untuk kembali pada ajaran Islam yang kaffah dan berdimensi Rahmatan lil Alamiin.
6. Menyeru kepada seluruh intelektual Muslim untuk menolak dan meminta dihentikannya seluruh program deradikalisasi, reduksi, diskriminasi, dan kriminalisasi ajaran Islam yang merupakan bentuk dari Islamofobia dan war on radicalism yang sejatinya adalah war on Islam.
7. Menyerukan kepada pemerintah agar kembali kepada aturan Allah dan Rasul-nya dan menghentikan persekusi terhadap para intelektual maupun ulama dan para aktivis Islam, yang mempunyai pemikiran kritis dan menyuarakan Islam yang sebenarnya.
8. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim merapatkan barisan untuk mengedukasi masyarakat untuk terikat kepada aturan Allah dan Rasul-Nya. Islam adalah Rahmatan lil’Aalamin yang akan membawa keberkahan, kedamaian, menyelamatkan umat manusia dan seluruh alam.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keistiqomahan dan pertolongan kepada kita semua untuk terus berjuang di jalan Allah demi kelangsungan hidup Islam dan kesejahteraan umat manusia dan seluruh Alam.
26 Juli 2020
Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa
Sekjend                         Ketua
Dr.Faqih Syarif M.Si     Dr. Ahmad Sastra MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here