Monday, May 10, 2021
Home PEMERINTAHAN KESEHATAN IMM Komisariat Farmasi UMP Laksanakan Penyuluhan dan Cek Kesehatan Gratis

IMM Komisariat Farmasi UMP Laksanakan Penyuluhan dan Cek Kesehatan Gratis

0
2
IMM Komisariat Farmasi UMP saat menggelar penyuluhan dan pengecekan kesehatan secara gratis bagi warga Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (1/5/2021).

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk mencapai hidup sehat dengan cara mengajak masyarakat berperilaku baik secara individu ataupun kelompok”

Bangga Indonesia, Purwokerto – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (IMM) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pengecekan kesehatan secara gratis dengan tema “Hindari Diabetes dan Hipertensi Sejak Dini Guna Mewujudkan Hidup Sehat”.

Kegiatan yang berlangsung di Pusat Studi Dakwah Komunitas (PSDK) UMP, Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Sabtu (1/5), menyasar warga setempat yang berusia 50-60 tahun serta dihadiri Pimpinan PSDK UMP, Koordinator Komisariat IMM UMP, DPM Fakultas Farmasi, dan BEM Fakultas Farmasi.

Ketua PSDK UMP Bayu Kurniawan mengatakan pandemi COVID-19 dan bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan semangat kader IMM Komisariat Farmasi untuk selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadikan masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Saya bersama dengan almarhum Dr Anjar Nugroho (mantan Rektor UMP, red.) mendirikan PSDK ini dengan tujuan untuk implementasi teologi Surah Al-Maun dalam kehidupan bermasyarakat dengan cara membuat masyarakat lebih mandiri dan kreatif,” katanya.

Dalam hal ini, kata dia, PSDK adalah tempat komunitas yang kegiatannya sangat padat dan diisi dengan berbagai kegiatan yang bernilai positif.

Ketua Umum IMM Komisariat Farmasi Febian Nur Arifin mengatakakan penyakit hipertensi dan diabetes merupakan penyakit yang perlu diwaspadai.

“Penyakit hipertensi merupakan penyakit tingkat pertama di dunia, sedangkan diabetes melitus merupakan penyakit tingkat keempat di dunia yang mana keduanya merupakan penyakit silent killer. Maka dari itu perlu waspada, khususnya pada lansia,” katanya.

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan untuk mencapai hidup sehat dengan cara mengajak masyarakat berperilaku baik secara individu ataupun kelompok, sehingga lebih sadar akan pentingnya pola hidup sehat.

Penyuluhan kesehatan tersebut disampaikan oleh dr Susiyadi SAn dan dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan kepada seluruh warga yang hadir. Pengecekan kesehatan tersebut meliputi berat badan, tekanan darah, dan gula darah.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian paket sembako yang terdiri atas beras, minyak, gula, teh, dan mi instan sumbangan sejumlah donatur. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here