Bangga Indonesia, Jakarta – Layanan Internet Rakyat dengan tarif sekitar Rp100.000 per bulan dan kecepatan 100 Mbps mulai menarik perhatian publik. Program ini membuka peluang akses internet yang lebih terjangkau, khususnya di wilayah yang belum memiliki layanan internet rumah. Di tengah antusiasme itu, muncul pertanyaan soal daya tahan layanan Internet Rakyat dalam jangka panjang. Pandangan para pengamat ikut memicu diskusi mengenai kualitas dan kelanjutan program ini di pasar internet nasional.
Program Layanan Internet Rakyat Masih Dianggap Solusi Sementara
Pengamat telekomunikasi Kamilov Sagala menyebut layanan Internet Rakyat sebagai solusi sementara. Ia menilai harga murah memang membuat masyarakat tertarik, tetapi tidak langsung memastikan kualitas jaringan atau kelanjutan bisnisnya. Menurut Kamilov, operator perlu memikirkan pengembalian investasi dan pengembangan teknologi ke depan. Ia juga membuka kemungkinan penyesuaian tarif atau pemberian subsidi agar layanan Internet Rakyat tetap berjalan sesuai komitmen.
Kamilov menjelaskan bahwa tarif rendah pada layanan berbasis Fixed Wireless Access (FWA) menjadi strategi promosi awal. Ia menyarankan strategi ini tidak berlangsung terlalu lama karena bisa menekan kondisi finansial penyedia jaringan. Meski layanan Internet Rakyat berpotensi menjangkau wilayah non-fiber, pertanyaan soal ketahanan program tetap muncul. Ia menegaskan pentingnya dukungan Kominfo dan pihak terkait untuk menjaga keberlanjutan layanan di tahap berikutnya.
Baca juga: Pendidikan Digital: Akses Belajar Tanpa Batas
Peluang Pemerataan Akses di Wilayah Non-Fiber
Kamilov melihat layanan Internet Rakyat memiliki peluang besar dalam pemerataan akses internet, terutama di daerah yang belum terjangkau jaringan fiber optik. Teknologi FWA memungkinkan distribusi internet tanpa pembangunan kabel baru yang membutuhkan biaya besar. Karena itu, layanan Internet Rakyat menjadi alternatif bagi masyarakat yang masih mengandalkan kuota seluler.
Ia mengingatkan bahwa harga murah dan kecepatan saja tidak cukup. Pengelolaan operasional jangka panjang memerlukan perhitungan bisnis yang jelas, termasuk kesiapan infrastruktur dan regulasi. Keterlibatan Kominfo serta pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan layanan Internet Rakyat berjalan konsisten.
Selain itu, hadirnya layanan Internet Rakyat bisa mendorong aktivitas digital masyarakat. Pendidikan, usaha kecil, hingga layanan publik dapat berkembang jika koneksi internet stabil. Namun, manfaat tersebut sulit tercapai tanpa model operasional yang jelas dan berkelanjutan.
Persaingan dan Tantangan Industri di Depan
Kamilov memprediksi persaingan layanan FWA belum terasa dalam satu hingga dua tahun mendatang. Ia memperkirakan kompetisi justru meningkat pada sektor penyedia layanan internet (ISP). Penyedia internet rumah mulai memperluas wilayah layanan dan menawarkan paket yang lebih kompetitif.
Untuk menghadapi perubahan pasar, Kamilov mendorong kolaborasi multipihak dalam pengembangan investasi. Ia menilai penyedia layanan Internet Rakyat membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kementerian terkait, dan Kominfo. Tanpa kolaborasi tersebut, ketersediaan infrastruktur 5G sebagai dasar layanan akan sulit terwujud secara merata.
Kamilov juga menyoroti kesiapan jaringan sebagai tantangan lain. Kecepatan 100 Mbps memang menarik, tetapi kualitas harus dirasakan masyarakat secara konsisten. Jika koneksi tidak stabil, kepercayaan pengguna bisa turun dan layanan Internet Rakyat sulit bersaing di pasar nasional.
Baca juga: Internet Murah dari SURGE dan Orex SAI, Mulai Rp 29.000
Cara Kerja dan Cakupan Layanan Internet Rakyat
Layanan Internet Rakyat menggunakan jaringan 5G FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps dan tarif sekitar Rp100.000 per bulan. Program ini dihadirkan oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge. Saat ini, cakupannya telah mencapai Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Untuk mendaftar layanan Internet Rakyat, kamu perlu melakukan pra-registrasi melalui situs resmi.
Dalam proses pendaftaran, kamu akan mengisi data pribadi seperti nama, email, nomor ponsel, dan alamat domisili. Setelah itu, kamu menandai lokasi tempat tinggal pada peta digital. Data tersebut membantu penyedia layanan menentukan kesiapan jaringan sebelum layanan Internet untuk masyarakat ini aktif di wilayah tersebut.
Proses pra-registrasi ini membuat distribusi jaringan lebih terukur. Penyedia layanan dapat memperluas area secara bertahap tanpa menurunkan kualitas koneksi. Minat masyarakat terhadap layanan Internet untuk masyarakat terus meningkat karena menawarkan biaya lebih rendah dibanding internet rumah pada umumnya.
Masa Depan Layanan Internet Rakyat Masih Menggantung
Layanan Internet Rakyat memberi harapan baru untuk akses internet cepat dengan harga terjangkau. Namun, keberlanjutan program bergantung pada banyak faktor seperti investasi, dukungan regulasi, dan kesiapan infrastruktur. Program ini menjadi langkah awal menuju pemerataan akses digital di Indonesia, tetapi masih membutuhkan waktu untuk membuktikan ketahanannya. Harapannya, layanan Internet Rakyat dapat berjalan stabil dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (anm)















































