Sabtu, 18 Mei 2024

IWPI Jatim Pamerkan 74 Lukisan di Untag dengan Penerapan Protokol Kesehatan

“Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual”

Bangga Indonesia, Surabaya – Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur memamerkan sebanyak 74 lukisan karya dari 50 pelukis di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu, dengan penerapan protokol kesehatan guna pencegahan COVID-19 secara ketat.”Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual. Ini kesempatan kami bekerja sama dengan Untag untuk menggelar pameran yang menerapkan protokol kesehatan,” kata ketua IWPI Esti S Ardian.

Esti menjelaskan pameran yang digelar hingga tanggal 17 Desember tersebut juga untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

“Harapan kami, kegiatan ini diapresiasi masyarakat. Juga agar para ibu-ibu pelukis ini tetap bersemangat berkarya meski dalam keadaan pandemi dan meski dari latar belakang yang berbeda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1845 (YPTA) Surabaya, Bambang Dwi Hartono (DH) mengapresiasi digelarnya pameran tersebut meski masih dalam kondisi Pandemi COVID-19.

“Saya senang Untag memberikan tempat untuk pameran ini. Sehingga masyarakat tetap bisa menikmati karya ibu-ibu ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat,” katanya.

Mantan Wali Kota Surabaya tersebut mengungkapkan, dirinya memberikan motivasi kepada para pelukis yang tergabung di IWPI Jatim untuk tetap semangat berkarya meski dalam kondisi sulit seperti Pandemi COVID-19 saat ini.

“Kami memberikan motivasi, karena mereka selain pelukis adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu waktunya tidak bebas, tentu menjadi persoalan,” ujarnya.

“Ini luar biasa karena di sela kesibukan rumah tangganya tetap bisa berkarya dan bisa dipamerkan. Ini ibu-ibu yang sangat luar biasa,” tuturnya. (*)

“Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual”

Bangga Indonesia, Surabaya – Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur memamerkan sebanyak 74 lukisan karya dari 50 pelukis di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu, dengan penerapan protokol kesehatan guna pencegahan COVID-19 secara ketat.”Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual. Ini kesempatan kami bekerja sama dengan Untag untuk menggelar pameran yang menerapkan protokol kesehatan,” kata ketua IWPI Esti S Ardian.

Esti menjelaskan pameran yang digelar hingga tanggal 17 Desember tersebut juga untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

“Harapan kami, kegiatan ini diapresiasi masyarakat. Juga agar para ibu-ibu pelukis ini tetap bersemangat berkarya meski dalam keadaan pandemi dan meski dari latar belakang yang berbeda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1845 (YPTA) Surabaya, Bambang Dwi Hartono (DH) mengapresiasi digelarnya pameran tersebut meski masih dalam kondisi Pandemi COVID-19.

“Saya senang Untag memberikan tempat untuk pameran ini. Sehingga masyarakat tetap bisa menikmati karya ibu-ibu ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat,” katanya.

Mantan Wali Kota Surabaya tersebut mengungkapkan, dirinya memberikan motivasi kepada para pelukis yang tergabung di IWPI Jatim untuk tetap semangat berkarya meski dalam kondisi sulit seperti Pandemi COVID-19 saat ini.

“Kami memberikan motivasi, karena mereka selain pelukis adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu waktunya tidak bebas, tentu menjadi persoalan,” ujarnya.

“Ini luar biasa karena di sela kesibukan rumah tangganya tetap bisa berkarya dan bisa dipamerkan. Ini ibu-ibu yang sangat luar biasa,” tuturnya. (*)

“Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual”

Bangga Indonesia, Surabaya – Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur memamerkan sebanyak 74 lukisan karya dari 50 pelukis di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu, dengan penerapan protokol kesehatan guna pencegahan COVID-19 secara ketat.”Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual. Ini kesempatan kami bekerja sama dengan Untag untuk menggelar pameran yang menerapkan protokol kesehatan,” kata ketua IWPI Esti S Ardian.

Esti menjelaskan pameran yang digelar hingga tanggal 17 Desember tersebut juga untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

“Harapan kami, kegiatan ini diapresiasi masyarakat. Juga agar para ibu-ibu pelukis ini tetap bersemangat berkarya meski dalam keadaan pandemi dan meski dari latar belakang yang berbeda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1845 (YPTA) Surabaya, Bambang Dwi Hartono (DH) mengapresiasi digelarnya pameran tersebut meski masih dalam kondisi Pandemi COVID-19.

“Saya senang Untag memberikan tempat untuk pameran ini. Sehingga masyarakat tetap bisa menikmati karya ibu-ibu ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat,” katanya.

Mantan Wali Kota Surabaya tersebut mengungkapkan, dirinya memberikan motivasi kepada para pelukis yang tergabung di IWPI Jatim untuk tetap semangat berkarya meski dalam kondisi sulit seperti Pandemi COVID-19 saat ini.

“Kami memberikan motivasi, karena mereka selain pelukis adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu waktunya tidak bebas, tentu menjadi persoalan,” ujarnya.

“Ini luar biasa karena di sela kesibukan rumah tangganya tetap bisa berkarya dan bisa dipamerkan. Ini ibu-ibu yang sangat luar biasa,” tuturnya. (*)

“Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual”

Bangga Indonesia, Surabaya – Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Timur memamerkan sebanyak 74 lukisan karya dari 50 pelukis di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu, dengan penerapan protokol kesehatan guna pencegahan COVID-19 secara ketat.”Pameran ini bisa menjadi suatu pengobat kerinduan, karena yang lalu kami tak bisa menggelar secara virtual. Ini kesempatan kami bekerja sama dengan Untag untuk menggelar pameran yang menerapkan protokol kesehatan,” kata ketua IWPI Esti S Ardian.

Esti menjelaskan pameran yang digelar hingga tanggal 17 Desember tersebut juga untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember mendatang.

“Harapan kami, kegiatan ini diapresiasi masyarakat. Juga agar para ibu-ibu pelukis ini tetap bersemangat berkarya meski dalam keadaan pandemi dan meski dari latar belakang yang berbeda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1845 (YPTA) Surabaya, Bambang Dwi Hartono (DH) mengapresiasi digelarnya pameran tersebut meski masih dalam kondisi Pandemi COVID-19.

“Saya senang Untag memberikan tempat untuk pameran ini. Sehingga masyarakat tetap bisa menikmati karya ibu-ibu ini dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang ketat,” katanya.

Mantan Wali Kota Surabaya tersebut mengungkapkan, dirinya memberikan motivasi kepada para pelukis yang tergabung di IWPI Jatim untuk tetap semangat berkarya meski dalam kondisi sulit seperti Pandemi COVID-19 saat ini.

“Kami memberikan motivasi, karena mereka selain pelukis adalah seorang ibu rumah tangga yang tentu waktunya tidak bebas, tentu menjadi persoalan,” ujarnya.

“Ini luar biasa karena di sela kesibukan rumah tangganya tetap bisa berkarya dan bisa dipamerkan. Ini ibu-ibu yang sangat luar biasa,” tuturnya. (*)

Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News