Bangga Indonesia, Surabaya – Jalan Keselamatan dan Kemuliaan
Sobat. Orang yang bersih dari dosa, jauh dari aib, berarti telah mencapai kedamaian dan keselamatan. Untuk itu kita harus memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT agar kita termasuk dalam makna ayat QS Al-Syu’ara (26) ayat 88-89 :
“(yaitu) Pada hari ketika harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. “

Hati yang bersih ( al-Qalb al-salim ) adalah hati yang terhindar dari keraguan dan syirik. Orang yang hatinya kotor, dipenuhi kebusukan dan jauh dari Allah, tak ada tempat yang layak baginya pada hari kiamat kelak kecuali neraka.

Sobat. Ketika kita menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan ini, Allah senantiasa hadir menunjukkan jalan keselamatan. Dia membuka jalan keselamatan dalam bisnis yang Anda jalani, Dia menunjukkan jalan keselamatan dalam perkawinan Anda, Kalau Anda selalu melaksanakan perintah Al-Quran dan dan menjauhi larangannya, kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun Allah pasti akan menyertakan keselamatan dalam setiap langkah Anda.

Sobat. Allah senantiasa mengajak hamba-hamba-Nya ke daar al-salam yakni Surga. Keselamatan merupakan nikmat yang besar. Berkat keselamatan, anda dapat hidup tenang dan damai. Maka makna al-salam adalah bahwa jika Anda menerapkan syariat, Allah akan membuka untuk Anda jalan keselamatan.

Sebagaimana Allah berfirman :
إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَبِيرٗا
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar” ( QS. Al-Israa’(17) : 9 )

Sobat. Maksud ayat di atas, jika Anda menerapkan syariat secara benar, Allah akan memberi Anda keselamatan di dunia. Kalau Anda selalu mengingat-Nya ( menghadirkan-Nya dalam hati ), Dia akan memberi Anda keselamatan jiwa. Dan Kalau Anda selalu menaati-Nya dalam setiap langkah kehidupan, Dia akan memberi Anda keselamatan di akherat.

Sobat. Yakinlah, jika kita berpegang teguh pada syariat, Allah SWT pasti akan memberkahi kita dalam perkawinan, pekerjaan, rezeki, kesehatan, juga anak-anak kita, dan Allah membukakan untuk kita jalan keselamatan.

Sebagaimana janji Allah SWT dalam Al-Quran Surat Thaha (20) ayat 123 :
قَالَ ٱهۡبِطَا مِنۡهَا جَمِيعَۢاۖ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوّٞۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشۡقَىٰ
“Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.”

Sobat. Penjelasan ayat ini dalam tafsir lengkap departemen Agama, Bukan saja Adam yang harus turun ke bumi tetapi Iblis musuh yang memperdayakannya harus turun pula ke dunia. Kedua jenis makhluk ini akan menjadi musuh satu sama lain, permusuhan Iblis terhadap manusia adalah permusuhan yang abadi dan berkesinambungan sampai datangnya hari Kiamat. Iblis akan selalu berusaha menyesatkan manusia dari jalan yang benar dengan berbagai macam tipu dayanya.

Oleh sebab itu Allah mengingatkan kepada anak cucu Adam agar ia selalu waspada terhadap musuh utamanya itu. Apabila telah datang petunjuk dari Tuhan dengan perantaraan nabi dan rasul-Nya maka hendaklah manusia mengikuti petunjuk seperti yang diajarkan rasul. Dengan demikian dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka. Ibnu Abbas berkata mengenai ayat ini bahwa Allah melindungi orang-orang yang mengikuti ajaran Al-Qur’an dari kesesatan di dunia dan dari kecelakaan dan malapetaka di akhirat.

Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda, “Siapa yang mengikuti kitabullah, Allah akan memberikan petunjuk kepadanya untuk menghindari kesesatan di dunia dan memeliharanya dari keburukan hisab pada hari Kiamat.” (Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan ath-thabrani).

Sobat. Sebagai manusia kita harus tahu bahwa keselamatan berada pada kebersamaan dengan Allah, pada keselarasan perbuatan kita dengan perintah-Nya, pada upaya kita mengenal-Nya ( ma’rifatullah ), pada kesungguhan kita untuk selalu beribadah kepada-Nya, pada upaya kita memahami kitab-Nya, pada upaya kita menjalankan syariat-Nya, pada upaya kita senantiasa mengerjakan apa pun yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa pun yang dilarang-Nya.

( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si Penulis Buku Buatlah Tanda di Alam Semesta. Direktur Pesantren TEJ Ummul Quro, Seloliman Trawas. )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here