Mahasiswa Universitas Brawijaya Bisa Ambil Prodi di PTN Konsorsium Permata Merdeka

Logo sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) yang tergabung dalam konsorsium Program Permata Merdeka. ANTARA/HO/UNIVERSITAS BRAWIJAYA/End

Bangga Indonesia, Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya bisa kuliah dan mengambil program studi di perguruan tinggi negeri (PTN) konsorsium yang tergabung dalam Program Permata Merdeka.

Koordinator Bagian Perencanaan, Akademik dan Kerja Sama Universitas Brawijaya Heri Prawoto di Malang, Sabtu, menjelaskan Permata Merdeka merupakan miniatur dari Permata Sakti yang telah terlebih dahulu diinisiasi oleh Dikti pada semester ganjil lalu dan Permata Merdeka diinisasi oleh 43 PTN.

Ke-43 PTN konsorsium Program Permata Merdeka tersebut, di antaranya adalah Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Bengkulu, UPN Veteran Jakarta, Unsoed, UGM, Universitas Andalas, Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Semua program yang ada di Permata Merdeka hampir sama dengan yang ada di Permata Sakti. Bedanya Permata Merdeka mahasiswanya bisa ikut mengambil mata kuliah di PTN konsorsium tanpa batasan lokasi,” katanya.

Sehingga, lanjut Heri, mahasiswa UB bisa mengambil mata kuliah pada prodi yang ada di universitas atau PTN dalam satu provinsi, seperti Airlangga atau UPN Surabaya, juga pada PTN daerah lain yang menawarkan mata kuliah dalam Permata Merdeka.

Heri menambahkan Program Permata Merdeka diinisiasi beberapa PTN yang ingin tetap melanjutkan program itu dalam rangka mewujudkan dan mendorong Program Merdeka Belajar yang telah dicanangkan Kemdikbud.

“Harapannya dengan Permata Merdeka 43 PTN yang tergabung dalam konsorsium, mahasiswanya bisa saling bertukar mata kuliah dan diakui oleh masing-masing PTN,” katanya.

Dalam proses pelaksanaannya, Permata Merdeka sudah diatur menggunakan sebuah sistem yang disediakan portal untuk proses pendaftaran, evaluasi dan mendeteksi perguruan tinggi yang dituju dan mata kuliah apa saja yang diambil.

“Semuanya sudah terekam ke dalam sistem yang sudah disiapkan. Selain itu, jumlah mata kuliah yang diambil tetap tidak boleh lebih dari 24 SKS,” tuturnya.

Heri berharap melalui program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan kuliah di kampus lain. Ini sebagai wujud Merdeka Belajar dan akan menambah pengalaman seperti apa kuliah di PTN lain dan yang pasti tidak dipungut biaya.

Sementara itu, mahasiswa yang bisa mengikuti program Permata Merdeka berada di semester empat hingga delapan. Sistem perkuliahan bagi mahasiswa Program Permata Merdeka dimulai pada 22 Februari 2021.(ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here