Dr. N. Faqih Syarif H, M.Si. sesaat sebelum mengisi pelatihan di kota cirebon.
- Advertisement

“Bila Anda dapat membayangkannya, Anda dapat mencapainya. Bila Anda bisa memimpikannya, Anda bisa menjadi seperti yang Anda impikan“, William Arthur.

Sobat, Seorang pemberani pastilah memiliki mimpi yang besar. Tanpa mimpi besar maka tidak akan ada kemerdekaan. Kemerdekaan timbul ketika ada mimpi untuk terbebas dari belenggu penjajahan yang menyengsarakan. Tanpa mimpi, tak akan ada pesawat terbang berbadan besi yang melayang lebih cepat dari burung elang yang super gesit. Tanpa mimpi ,tak akan pernah ada pesawat luar angkasa yang menjelajah jagat raya yang mahadahsyat.

Sobat, Kekuatan imajinasi sangatlah hebat. Seorang yang punya imajinasi memiliki daya cipta yang sangat luar biasa. Orang-orang sukses seperti penulis buku, arsitek, pelukis, olahragawan, pembicara, pebisnis, innovator, pemimpin, tentu saja kita, memerlukan imajinasi yang kuat . Imajinasi sangat diperlukan untuk membangun mimpi secara jelas.

Sobat, Untuk membuat mimpi tercapai, tentu ada syaratnya. Yang paling utama, mimpi itu harus jelas, konkret. Kemudian, tujuan yang dibuat juga tepat. Perencanaan untuk mencapainya juga bagus disertai tindakan yang berkualitas.

Sobat, Prinsip sukses seorang muslim yang diajarkan Rasulullah SAW adalah meluruskan niat, menyempurnakan ikhtiar, menjadikan Allah SWT sebagai penolong dan tempat bergantung.

Sobat, Tidak semua orang berhasil mencapai mimpinya. Ada yang merasa gagal lalu mengubur mimpinya dalam-dalam, melupakannya kemudian hidup sebagai orang biasa sepanjang sisa hidupnya. Ada orang yang terus mengobarkan semangatnya demi meraih impiannya, walau sukar. Apa yang membedakan keduanya? Kebiasaan mereka.

Sobat, Berikut ini kebiasaan yang dimiliki oleh orang yang sukses di bidang apa pun :

  1. Memiliki sikap mental positif. Seorang yang sukses adalah mereka yang bersikap positif, memandang dirinya secara positif, memandang keluarganya, teman, pekerjaan, tujuan hidup, mimpi, dan hidupnya secara lebih positif. Seorang yang memiliki sikap mental negative membiarkan dirinya memandang segala sesuatu dari sudut yang negative; memiliki perspektif yang salah hampir mengenai segala sesuatu, mudah berprasangka, terpengaruh kegagalan diri atau orang lain di masa lalu, tidak percaya pada kreativitas dan inovasi, berpikiran sempit, minder dan selalu pesimistis. Dengan segala kenegatifan yang dipikulnya, sulit sekali dia maju dengan mudah. Bebannya terlalu berat untuk menjadi seorang yang sukses.
  2. Berorientasi pada tujuan. Orang yang sukses mendorong dirinya secara berkesinambungan untuk mencapai target yang telah ditentukan. Orang seperti ini rela berkorban bersakit-sakit dahulu dan menunda kesenangan. Visi dan misi sangat besar peranannya dalam kehidupan. Dengan adanya visi yang jelas maka 50% kesuksesan sudah diraih. Visi yang baik akan menjadi modal untuk meraih kesuksesan. Begitu juga dengan misi, sangat penting agar hidup terarah dan memiliki tujuan yang jelas sehingga kita tidak mudah terombang-ambing. Misi mempertegas peran kita dalam kehidupan. Apa yang akan kita lakukan, apa yang boleh, dan tidak boleh dilakukan. Dengan adanya misi yang jelas , kita akan tetap berada di rel yang tepat dalam menuju dan mencapai cita-cita.
  3. Memiliki motivasi diri yang kuat. Motivasi semacam ini dibangun dari dirinya sendiri dan terus melekat di dalam kehidupannya. Tidak perlu disuruh-suruh dan diperintah, seorang yang sukses akan menggunakan sumber dayanya untuk tujuan sukses. Waktu, keahlian, energy, konsentrasi, imajinasi, dan keputusan digunakan untuk mencapai impiannya.

Sobat, Setelah anda menulis impian dan membuat rencana. Anda perlu memahami satu hal yang sangat penting adalah mengenai MELAYANI. Melayani adalah dasar kesuksesan. Manusia hidup untuk saling malayani. Yang bekerja di pemerintahan bertugas untuk melayani masyarakat. Pebisnis hadir untuk melayani dan menyediakan yang dicari dan dibutuhkan pasar. Para pembicara atau Trainer bertugas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pengerahuan. Para pemimpin yang berhasil dan dikenang masyarakat , past memiliki jiwa melayani dengan benar serta sepenuh hati.

Sobat, Sebagai penutup dari artikel ini, seorang entrepreneur muslim terpanggil untuk menjadi seorang wirausahawan karena panggilan dari dalam hatinya dan hendaknya mengandung niat mencari Ridha Allah SWT semata. Visi dan misi harus mengarah pada jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan berbagi kepada sesama. Bukankah Rasulullah SAW bersabda, “ Sebaik-baik orang adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama.”

Salam Dashyat dan Luar Biasa !
(Spiritual Motivator – DR.N. Faqih Syarif H, M.Si, Penulis Buku Gizi Spiritual. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur. Majelis Kyai PP Al-Ihsan Baron Nganjuk. Dewan Pembina PP Al-Amri Leces Probolinggo Jawa Timur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here