Menjadi Pembicara yang Kharismatik

Sumber gambar google
- Advertisement

Menjadi  Pembicara yang Kharismatik

Presentasi  dan kemampuan dalam berbicara di depan umum  merupakan  suatu ketrampilan  yang  penting  peranannya  dalam  berkarier. Seseorang yang menyampaikan idenya  dalam rapat di perusahaan, seorang tenaga marketing yang secara persuasive mempromosikan produk, seorang trainer yang menjelaskan materi dalam pelatihan, atau  siswa  yang harus berpresentasi di depan kelas, dan sebagainya, semuanya mengandalkan teknik presentasi dan  ketrampilan  berkomunikasi.

Sobat. Tidak dapat dipungkiri  bahwa  presenter  yang  karismatik  dan terampil pada  umumnya memiliki jam  terbang yang banyak. Mereka  mengawali  presentasi mereka pertama kali dengan  persiapan yang matang dan  mempelajari  teknik presentasi yang baik. Berikut ini adalah  beberapa hal yang akan sangat membantu presenter pemula untuk mengembangkan ketrampilan mereka  dan belajar menjadi presenter  yang  karismatik.

  • Berbicaralah pada pendengar Anda, bukan pada kumpulan orang semata.
  • Bangkitkan antusiasme, bukan  dengan
  • Bahasa tubuh sangat  penting  untuk memberikan ketegasan sikap antusias, bukan dengan  bersikap dingin.
  • Ajak mereka  bertisipasi  dan  bertanya jawab, apalagi jika  dapat  membawa pada level diskusi.
  • Berbicaralah pada tingkat pengetahuan yang dapat diterima oleh audiensi.
  • Ilustrasi dan cerita mampu membuat kesan kuat dan menggugah audiensi.
  • Mengajak beberapa dari audiensi  untuk trampil
  • Jangan sekedar   membaca  presentasi karena  hal ini  sangatlah  Audiensi dapat  membaca tulisan pada layar tanpa harus  dibacakan  oleh  presenter.
  • Sampaikan suatu  demonstrasi  yang interaktif.
  • Membuat permisalan, misalnya audiensi  menjadi  produsen  dan  presenter sebagai konsumennya.
  • Gunakan isyarat  alami  dan  tidak  berlebihan  dan juga intonasi yang baik.
  • Perulangan dapat  dilakukan  untuk menegaskan dan menekankan.
  • Memiliki sensitivitas dalam  mengamati Bahasa  tubuh
  • Perhatikan kontak
  • Perulangan terhadap pertanyaan dari audiensi  boleh dilakukan untuk  memastikan  audiensi lain memahaminya.
  • Diskusi yang keluar jalur harus  diserahkan kembali.
  • Bertanggung jawab dalam menggunakan waktu dan energy yang disediakan
  • Jangan sekali-kali  menjadi asyik berdialog  dengan salah satu dari audiensi semata, libatkan yang lain, angkat dan sajikan pada audiensi yang lain
  • Tandai topik-topik  yang memiliki daya Tarik  bagi audiensi
  • Hindari berbicara  terlalu lembut, pelan atau cepat, bahkan terlampau keras.

Demikian beberapa poin yang  harus kita  perhatikan dan pelajari dengan cara berlatih , berlatih, dan berlatih  dalam melakukan presentasi. Insya Allah semakin banyak jam terbang akan membuat kita  menjadi Pembicara yang karismatik

( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si   Penulis  Buku Gizi Spiritual. Pengasuh 90 Hari Menulis Buku.  Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here