Pembangunan Museum Nasional di Mentok Bangkitkan Ekonomi Pariwisata

Tim BPCB Jambi saat melakukan survei uji kelayakan di Pesanggrahan Menumbing. (ANTARA/ Dok.Disparbud Bangka Barat)

Bangga Indonesia, Mentok, Babel – Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan keberadaan Museum Nasional di Mentok akan membantu pemerintah dalam membangkitkan perekonomian sektor pariwisata.

“Ditargetkan pembangunan Museum Nasional Pesanggrahan Menumbing dan Pesanggrahan Banka Tin Winning akan selesai 17 Agustus 2021, setelah itu akan banyak kegiatan skala nasional yang rencananya digelar di dua lokasi tersebut,” kata Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat Bambang Haryo Suseno di Mentok, Jumat.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah melalui Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, Pemprov Babel dan Pemerintah Pusat telah melakukan survei uji kelayakan di lokasi sebagai dasar penyusunan berbagai kebutuhan untuk merealisasikan rencana pembangunan Museum Nasional di dua lokasi tersebut.

“Kemungkinan besar akan ada renovasi kecil di dua lokasi itu untuk mengembalikan bentuk atau tata letak agar sesuai dengan kondisi pada saat digunakan sebagai lokasi pengasingan Proklamator Republik bersama sejumlah pejuang Kemerdekaan pada masa 1948-1949,” katanya.

Setelah dikembalikan ke bentuk semula, berbagai perlengkapan pendukung, seperti tata pamer, bahan pamer dan lainnya juga akan dipasang di ruang tersebut sebagai penguat informasi nilai penting bangunan.

Bangunan yang memiliki arti penting sejarah nasional yang saat ini sudah masuk sebagai bangunan cagar budaya peringkat nasional tersebut selanjutnya akan dikelola bersama antara Pemkab Bangka Barat dengan Pemerintah Pusat.

“Campur tangan Pemerintah Pusat dalam pengelolaan dua bangunan tersebut merupakan peluang yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah,” katanya.

Nantinya, Pemerintah Pusat akan mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan nasionalisme, wawasan kebangsaan, sejarah perjuangan bangsa dan lainnya untuk digelar di lokasi itu.

“Ini merupakan peluang dan keuntungan di tengah minimnya anggaran yang ada karena pandemi COVID-19, kami berharap pembangunan Museum Nasional tersebut berjalan sesuai rencana sehingga dampak positifnya bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya. (ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here