Rabu Penuh Berkah, FISIPER UNAIR 83 Berbagi “Nasbung”

Seorang Alumni FISIP UNAIR 83 saat membagikan nasi bungkus kepada pengayuh becak di Jl Dr Moestopo, Surabaya, Raby (07/04). FOTO BANGGA INDONESIA/ISTIMEWA

Bangga Indonesia, Surabaya – Berbagai kegiatan sosial saat pandemi corona virus (COVID-19) terus berlangsung. Berbagai cara pula dilakukan masyarakat untuk saling berbagi. Termasuk yang dilakukan alumni FISIP Univeritas Airlangga (UNAIR) Surabaya 1983 ini.

Komunitas yang mengatasnamakan FISIPER UNAIR 83 ini memilih berbagi “Nasbung” (nasi bungkus) untuk masyarakat yang membutuhkan sarapan pagi. Setiap Rabu mereka membagikan seratus lebih “Nasbung” hasil urunannya.

Seperti yang dipantau banggaindonesia.com dalam dua pekan, tampak FISIPER UNAIR 83, baik pria maupun wanita berhijab dan tidak, membaur berdir di trotor Jalan Dr Moestopo, Surabaya. Persisnya di depan SMA Negeri 4.

Mereka membagikan “Nasbung” kepada pengayuh becak, pemulung, sopir angkot, pengemudi ojol, dan masyarakat yang membutuhkan. Tidak lebih dari setengah jam “Nasbung”-nya ludes.

“Sebanyak 100 bungkus lebih habis sekejap. Alhamdulillah,” ujar Nining, yang mengkoordinasi rekan sealumni.

Menurut dia, aktivitas ini dilakukan rekan-rekannya setiap hari Rabu. Hari penuh berkah ini dia pilih lantaran sudah banyak masyarakat yang memilih berbagi hari Jumat.

Dan, Rabu ini adalah hari yang kedua belas mereka berbagi “Nasbung”. “9Semoga kita istiqomah,” sambung rekan Nining lainnya.

Khusus bulan Ramadan, dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya ini, menyebut akan diliburkan. Bersama rekan-rekannya dia akan merancang cara sedekah yang lebih efektif di saat masih pandemi di bulan suci nanti.

Sebelum ada pandemi, FISIPER UNAIR 83, menurut dia, selalu mengundang anak yatim piatu. Biasanya mereka diundang untuk berbuka puasa bersama.

“Semoga pandemi COVID-19 segera berlalu. Sehingga aktivitas sosial teman-teman di bulan puasa bisa berjalan baik,” ujar Neny, yang seangkatan dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansah ini.

Selama turun jalan berbagi “Nasbung”, para alumni ini mengaku banyak memperoleh kesan yang menyenangkan. Terutama saat melihat wajah-wajah ceria penerima Nasbung dan penjualnya.

Malah penjual Nasbung yang mereka borong, menurut Ririn turut mendoakan para alumni. “Kita didongani dengan boso jowoan hehe. Alhamdulillah.”

Tak heran jika kebahagiaan mereka ikut dirasakan para alumni. “Rasanya bahagia banget saat berbagi,” aku Hesti dengan wajah berseri.

Selain itu, Hesti juga tak segan-segan mengingatkan penerima Nasbung yang lupa mengenakan helem. Setelah diberitahu agar helemnya dipakai, si penerima Nasbung itu langsung memakai helemnya.

“Banyak juga yang mendoakan kita semoga selalu sehat dan lancar rejekinya,” aku Nining yang selalu berpesan agar mereka berhati-hati di jalan dan selamat sampai tujuan. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here