sumber gambar google
- Advertisement

Sapamu Menggemparkan Dunia

by. Nurul Hidayati, S.Pd, M.Pd.I

(Malang)

Saat ini dunia sedang di sibukkan oleh kehadiran sosok misterius. Bentuknya teramat kecil, kalau sedang bikin ulah maka seluruh dunia lah yang kerepotan, seluruh dunia di bikin heboh. Sosok ini dinamakan virus corona, nama kerennya adalah Coronavirus Disease 19 (Covid-19). Virus ini dijuluki Pandemi Covid-19 karena sudah menyebar ke seantero dunia. Munculnya virus ini berawal dari Kota Wuhan, Negara Cina. Konon asal muasal munculnya virus adalah dari kelelawar. Dan kelelawar adalah santapan makanan paling disukai orang Wuhan.

Apakah virus ini termasuk benda hidup ataukah benda tak hidup? Dikatakan benda hidup tapi tidak pernah melakukan metabolisme dan dikatakan benda tak hidup tapi bisa berkembang dengan sangat dahsyat apabila hidup menumpang pada benda hidup lainnya yaitu manusia atau hewan. Musuh utama virus ini adalah vaksin atau anti virus, antibiotik, sabun, jaga jarak atau bahkan diam di rumah. Tapi sampai detik ini para pakar kesehatan belum menemukan vaksin atau antivirus yang benar- benar mujarab.

Bila kita sejenak menengok sejarah masa silam tepatnya pada abad 14 selama bertahun tahun ternyata pernah muncul pandemi juga yang sangat mematikan diberi nama pandemi black death. Pandemi ini muncul karena kutu dan tikus yang menyerang  kulit dan paru- paru yang terinfeksi oleh bakteri. Gejala pandemi ini adalah demam, sakit kepala, infeksi paru-paru. Dalam kurun waktu sampai 4 tahun ternyata sepertiga populasi Eropa telah mengalami korban kematian .

Tak lama berselang muncul lagi pandemi yang lebih dahsyat dengan nama flu spanyol. Dengan gejala yang hampir sama  dengan pandemi black death, dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun flu ini telah meminta korban sepertiga penduduk dunia, 50 juta nyawa melayang, berkali-kali lebih cepat dari black death.

Sejarah telah banyak mencatat peristiwa–peristiwa yang tidak terduga. Yang banyak menimbulkan korban nyawa sampai ke tingkat dunia. Ribuan tahun berselang akhirnya pandemi itu kembali datang, pandemi itu menyapa dunia fana ini dengan nama Covid-19 di akhir tahun 2019. Sebanyak 95% populasi dunia dari 210 negara virus ini telah menyebar dan lebih dari 1 juta orang telah mengalami kematian.

Sejarah telah banyak memberi catatan peristiwa kepada kita untuk bisa belajar, tinggal kita untuk memilih  mengulang tragedi, belajar dari kesalahan, belajar dari sisi baik adanya peristiwa ini atau menyelamatkan nyawa orang orang yang kita sayang.

Salah satu pakar atau praktisi farmasi yang anaknya telah terbebas dari covid-19 menghimbau kepada kita semua untuk mengetahui bagaimana mengenali covid -19 dan bagaimana strategi menghadapinya. Ada banyak contoh gejala awal dari serangan covid-19 diantaranya muncul sariawan, demam tinggi sekali, kepala pusing, tenggorokan sulit menelan, lidah tidak bisa merasakan, batuk kering, dan riak yang sangat lengket. Beliau melanjutkan ceritanya bahwa untuk menangkal itu semua dibutuhkan peningkatan energi dan imun tubuh yang baik, dengan cara minum vitamin C, E, Zinc, madu, aroma terapi rebusan jahe, obat demam dan obat pusing kepala. Terakhir adalah selalu berusaha dan berdoa kepada Sang Khaliq yang menguasai jagat alam ini.

Pemerintah telah mengatakan bahwa pandemi covid-19 ini telah berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup dunia baik dari segi kesehatan, sosial, ekonomi maupun keuangan. Lebih dari 1 juta orang di dunia sudah mengalami kematian, banyak masyarakat yang resah, tidak bisa hidup nyaman, harus kehilangan pekerjaan karena di PHK, pegawai negeri atau swasta di rumahkan dengan menyandang gelar WFH (work from home / bekerja dari rumah), anak sekolah juga diajarkan pembelajaran online / daring dari rumah, mulai banyak muncul pencurian bahkan penjambretan karena kondisi keuangan yang tidak menentu. Semua itu karena adanya kebijaksanaan pemerintah untuk stay at home atau lockdown untuk sementara waktu.

Dampak positif atau sisi baik dari peristiwa ini adalah bahwa semua ini adalah fenomena global yang datangnya dari Tuhan Sang Pengatur alam semesta ini yang selalu mengingatkan insan bumi ini untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan, makan makanan yang bergizi seimbang untuk meningkatkan imun tubuh, memanfaatkan ciptaanNya secara bijaksana. Banyak juga pabrik-pabrik atau rumah makan, toko yang memanfaatkan fenomena ini dengan beralih profesi sebagai penyedia jasa makanan online, pembuat masker sampai ke handsanitizer yang keuntungannya berlipat ganda.

Sudah banyak juga usaha pemerintah untuk mengatasi masalah global ini diantaranya memberikan bantuan sosial, program sosial distancing, phisikal distancing sampai program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dalam pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 dari kementrian kesehatan disebutkan bahwa ada istilah : OTG (Orang Tanpa Gejala) tapi memiliki resiko tertular. ODP (Orang Dalam Pemantauan), berpotensi menularkan Covid-19,  sudah memiliki gejala ringan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah terdampak, harus di karantina mandiri di rumah selama 14 hari.  PDP ( Pasien Dalam Pengawasan), memiliki gejala  lebih serius dari ODP sehingga harus dikarantina di rumah sakit selama 14 hari, dan Positif Corona / kasus konfirmasi sudah terbukti terinfeksi berdasarkan hasil laboratorium.

Masyarakat banyak juga yang mempunyai inisiatif sendiri terhadap lingkungannya dengan cara menutup jalan masuk wilayah dengan satu pintu keluar masuk, cek point suhu badan, sampai menyiapkan masker gratis, sabun cuci tangan. Sayangnya sebagian warga masih banyak yang tidak mengindahkan aturan dan program yang dibuat pemerintah maupun masyarakat. Kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga Tuhan melindungi kita dari segala mara bahaya ini dan memberikan kita kekuatan sehingga bisa melewati badai dahsyat ini dengan selamat. Email: nurulhieda11@gmail.com

#90HariMenulisBuku

#InspirasiIndonesiMenulis

#StayAtHome

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here