Story Telling  yang Menghipnotis Audiens

Somber gambar google
- Advertisement

Story Telling  yang Menghipnotis Audiens

Sobat. Selama Anda  memberikan Presentasi di Indonesia. Anda  wajib menyampaikan cerita. Karena orang Indonesia  suka mendengar cerita. Cerita  telah menjadi  senjata  ampuh bagi para pembicara untuk meyakinkan peserta. Presentasi tanpa  cerita akan dianggap  garing oleh peserta.

Sobat.  Di antara cerita  yang baik  adalah  cerita  yang  ada  dialog  di dalamnya. Cerita  yang di dalamnya  ada dialog  akan  membuat cerita  itu  hidup  dan bisa  menyihir  audiens.  Bagaimana  agar  sebuah  cerita  bisa  menghipnotis  peserta. Ada beberapa prinsip  bercerita  yang harus  anda perhatikan :

  1. Tetapkan tujuan  cerita Anda. Sobat. Cerita  yang  dikemas  dengan  apik akan menggerakkan orang lain bertindak  atau  Oleh karena itu, anda perlu menetapkan tujuan. “ Tindakan apa yang Anda harapkan setelah audiens  mendengarkan Anda?”
  2. Buatlah alur  cerita  Alur  sebuah  cerita  akan  sangat  bermakna  bila  ada  ide  utama di dalamnya. Agar ide utama  bisa  tersampaikan tanpa  terasa maka perlu dukungan  situasi, konflik, dan solusi yang selaras. Bayangkan  sebuah film yang menarik, pasti di dalamnya ada alur, konflik  diantara pemain, perjuangan, dan juga ketidaknyamanan, namun akhirnya happy ending.
  3. Ubah Me menjadi    Cerita  yang awalnya  tentang pribadi sang pembicara atau cerita  yang diketahui sang pembicara. Setelah cerita  selesai, pembicara perlu menjadikan sesuatu  yang  semula cerita milik pembicara  menjadi milik bersama. Peserta  seolah  mengalami  dan terlibat dalam  cerita tersebut. Apa  yang terjadi dalam cerita  seolah juga dialami pendengar.
  4. Libatkan Visual, Auditori dan Kinestetik Sobat. Semua indera audiens perlu diaktifkan untuk semakin menikmati cerita yang kita sajikan. Hidupkan  visual audiens  dengan melihat olah tubuh yang kita mainkan. Hidupkan auditori  audiens  dengan  cara kita  memainkan olah suara yang tepat. Mainkan intonasi, jeda, dan volume dengan tepat. Sementara nyalakan kinestetik audiens  dengan  melihat  ekspresi kita agar ia merasakan  apa yang kita rasakan. Saat kita menangis, audiens menangis dan saat kita tertawa , audiens juga tertawa.
  5. Buat Dialog. Untuk membuat cerita lebih hidup, anda perlu memasukkan  unsur dialog di dalamnya. Tidak usah khawatir, untuk mempraktekkan dialog caranya sangat mudah. Anda hanya perlu mengubah suara dengan suara yang berbeda saat memerankan  orang  yang berbeda. Atau, Anda  hanya  perly pindah tempat saat memerankan orang yang berbeda. Apabila keduanya tidak memungkinkan, Anda bisa menggunakan tangan kanan untuk peran A dan tangan kiri untuk peran B.
  6. Buat penutup cerita  yang    Cerita  yang  bisa  ditebak  ujung ceritanya  sangatlah tidak  menarik. Kalaupun  bisa  ditebak ujung ceritanya, pastikan di ujung cerita ada  unsur heroik dari sang pelaku. Cerita yang baik ditandai  dengan  beberapa hal, yaitu di ujung aatau bagian akhir cerita  sesuatu yang tidak tertebak  oleh peserta, heroic, kebahagiaan, adanya pilihan yang baik dan positif, serta mengharukan.

Demikian sobat, tip singkat  bagaimana kita  belajar  membuat story telling yang mampu menghipnotis  pemirsa atau audiens kita.

Salam Dahsyat  dan Luar Biasa !

( DR.N.Faqih Syarif H, M.Si.  Kelas Online Mastering Public Speaking, 2020 )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here