Termasuk Ujung Tombak Bisnis, Pelaku UMKM Surabaya Berharap Divaksin

Warung Ketan Punel di Jalan Raya Darmo yang selalu menjadi jujukan reonian. Tampak rekan-rekan pemilik Ketan Punel saat menikmati sajian jualannya. FOTO ISTIMEWA/BANGGA INDONESIA

Bangga Indonesia, Surabaya – Para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) berharap segera divaksin sebagaimana yang sudah dilakukan pemerintah terhadap ujung tombak pemerintah dan masyarakat.

Mereka menilai pelaku UMKM juga bagian dari ujung tombak di sektor perekonomian (bisnis kecil-kecilan ). Mereka butuh vaksinasi segera agar mampu bertahan mengarungi hidup yang kian berat di masa pandemi COVID-19.

Kordinator Paguyuban Pedagang Makanan Surabaya, Kusnan dalam keterangan persnya yang diterima banggaindonesia.com Jumat (05/03), menyebut pihaknya sangat berharap vaksin juga bisa segera menyasar para pelaku UMKM. Terutama pedagang kecil.

Para pedagang kecil tersebut telah terbukti mampu survival selama pandemi. “Para pelaku usaha di Surabaya ini sudah survive selama pandemi, Mereka perlu diprioritaskan juga,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Cak Kusnan ini, mengakui dampak Covid-19 ini dirasakan cukup besar oleh pelaku usaha mikro. Apalagi anggota Paguyuban Pedagang Makanan di tiap-tiap kecamatan di Surabaya, mayoritas membuka warkop dan angkringan. Yang dibatasi jam buka usahanya.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada pemangku kebijakan, baik dari pemerintahan provinsi (pemprov) maupun pemerintah kota (pemkot) dan Satgas COVID, agar memperhatikan para pelaku bisnis kecil ini. “Kami mendukung penuh upaya vaksinasi tersebut,” tegas Kusnan.

Diakuinya program vaksinasi yang mulai dilakukan oleh pemprov dan pemkot telah membawa harapan bagi masyarakat, dunia usaha, dan UMKM. Bahwa penanganan pandemi Covid-19 pada akhirnya dapat dikendalikan.

Hal itu akan menimbulkan rasa aman dari para pelaku usaha dan konsumen dalam melakukan transaksi. Dengan demikian, vaksinasi akan menjadi kunci penting untuk membuat masyarakat kembali beraktivitas normal.

Menurut Kusnan, saat ini ada sekitar 500 pedagang dan pelaku usaha. “Harapan kami, bila kami divaksin maka akan menimbulkan kepercayaan untuk membentengi diri kita dari COVID. Selain itu tentunya dengan divaksin, harapan kita perekonomian bisa bergerak,” tandasnya.

Ditambahkan pria asal Magetan ini, pihaknya berjanji jika pelaku UMKM sudah divaksin, mereka akan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Ia juga mengakui para pelaku UMKM sangat riskan terpapar COVID-19, karena sering berhadapan dengan masyarakat atau pembeli.

Karena itu, ia berharap mereka termasuk bagian dari prioritas untuk mendapat vaksinasi. “Kalau dapat diistilahkan, kami para pelaku usaha kecil ini juga bagian dari pelayan publik,” tutur pemilik Angkringan Bala Dewa ini.

Hal senada dikatakan, salah satu pelaku UMKM, Wahyu Darmawan. Ia berharap program vaksinasi ini untuk mencegah penularan COVI-19 dan membangkitkan ekonomi yang terdampak selama pandemi.

Dengan adanya vaksinasi terhadap pelaku UMKM, menurut dia. akan berimbas kepada masyarakat yang tidak perlu lagi ragu melakukan aktivitas ekonomi.

Apalagi warung atau tempat usahanya dilebeli tanda berupa stiker atau banner yang menyebutkan para pegawainya sudah divaksin. Sehingga ketika ada pembeli yang datang ke kedai, warung, atau angkringan itu tidak khawatir lagi.

“Mereka justru merasa nyaman karena tahu kalau pedagangnya sudah divaksin. Kalau ada pembeli yang datang, maka ada transaksi, dan secara otomatis roda perekonomian akan berputar. Insya Allah bisa pulih kembali,” kata pemilik Kedai Ketan Punel ini.

Mantan wartawan di Surabaya ini, menyebut banyak pelaku UMKM yang terdampak akibat pendami COVID-19. Hal itu menyebabkan hasil produksinya atau omzetnya menurun. Dikarenakan daya beli masyarakat berkurang.

“Banyak pelaku UMKM yang mengeluh permintaan atau penjualannya menurun selama pandemi. Meskipun demikian, kami para pelaku UMKM harus tetap bertahan,” tandas Wahyu.

Diungkapkan pria asal Kota Pecel ini, memberikan prioritas vaksinasi kepada pengusaha mikro dan UMKM, juga merupakan semacam bentuk empati dan dukungan agar mereka dapat bertahan dan tumbuh kembali

“Biar kami terus semangat untuk berdagang dan bisa terus bertahan. Tentunya akan menimbulkan rasa aman bagi kami selaku para pelaku usaha dan konsumen dalam melakukan transaksi,” paparnya.

Program vaksinasi ini memang skala prioritasnya masih diberikan kepada tenaga kesehatan sebagai ujung tombak dalam penanganan virus corona. Juga para pegawai pemerintah wartawan.

Namun tidak menutup kemungkinan, urutan berikutnya adalah para pelaku UMKM ( Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Pasalnya pelaku UMKM merupakan salah satu yang terdampak selama pandemi. (aba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here