Dokumentasi. Suasana Pelatihan Moco Quran Sakmanane Metode Harfun yang diajarkan Achmad Syaichu Buchori. Pelatihan serupa akan dilakukan lagi di Pesantren Ummul Quri Seloliman Trawas Mojokerto, 13-14 Maret 2021. FOTO ISTIMEWA.

Bangga Indonesia, Surabaya – Membaca ayat suci Al Quran bersama arti dan maknanya itu tidak mudah. Perlu belajar yang lebih tekun dan serius. Namun ada satu metodologi yang bisa menjawab kesulitan itu.

Kok bisa? Ya.

Alumnus Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Achmad Syaichu Buchori, berani menjamin pecinta baca kutib suci umat Islam ini akan menemukan kemudahan.

“Kami akan mengadakan pelatihan lagi. Insha Allah di pertengahan bulan Maret,” ujar ustad yang juga Wakil Sekretaris IKA Unhasy Tebuireng Jombang ini.

Ditemui di Gasebo Pondok Moderen Ummul Quro Seleliman, Trawas-Mojokerto, Achmad Syaichu menyebut titel yang diangkat dalam pelatihan tersebut adalah “Ngaji atau Moco Quran Sakmaknane.”

Nah, sesuai dengan taglinenya, dia ingin peserta nanti benar-benar bisa membaca Quran bersama arti dan pengertiannya. Latihan kali ini akan dilangsungkan di Pesantren Alam Mandiri Ummul Quro, Seloliman, Trawas Mojokerto dua hari penuh. “Tanggal 13 dan 14 Maret,” jelasnya.

Lokasi ngajinya sangat mendukung untuk peserta yang butuh ketenangan dan keindahan alam. Di Pondok Ummul Quro itu menawarkan pemandangan alami persawahan terasiring dan udaranya yang sejuk.

Sedang metodologi belajarnya menggunakan “Metode Harfun.” Yakni suatu cara yang mana peserta dikenalkan terlebih dahulu beberapa kalimat dengan harf dalam terminologi bahasa Arab.

“Seterusnya, kalimat dengan ism dan fill akan dapat dikenali dengan mudah,” jelas Achmad Syaichu.

Menurut dia, penyusunan Metode Harfun di dalam Al Quran Juz 1, ditemukan jumlah kalimat dengan harf sebanyak 45 saja. Namun terjadi pengulangan hingga mencapai 1.200 lebih, Sepadan dengan 34 persen dari seluruh jumlah kalimat.

Ia berharap dalam pelatihan di Ummul Quro Seloliman nanti, peserta bukan hanya diajarkan untuk mengetahui arti dan makna kandungan Al Quran. Peserta juga akan diajarkan cara mengajarkan kepada orang lain. Baik dari kalangan santri pesantren maupun awam.

Karena itu, pelatihan Metode Harfun ini, menurut dia, kualifikasi pesertanya adalah dari semua unsur. Bisa mahasiswa PTAI semester akhir. Alumni pondok pesantren. Pengajar di pondok pesantren dan madrasah diniyah. Pengajar di majelis ta’lim dan kelompok dewasa dan lansia. Serta pengajar di TPQ kelas lanjut dan peminat ilmu Al Quran.

Peserta akan difasilitasi kitab materi juz 1. Sertifikat pelatihan. Pendampingan pasca pelatihan. Penginapan ala pesantren.

“Dapat makan empat kali serta snack,” jelas seorang panitia sembari menyebut investasi peserta dikenakan biaya Rp 225 ribu perpeserta. (aba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here