BAngga Indonesia, Surabaya – Bagaimana Mengembangkan Literasi Digital dan Kreativitas guna Menunjang Kesuksesan Hidup.
Sobat. Setiap orang di dunia ini tentu memiliki daya kreativitasnya masing-masing. Dengan kreativitas, kita bisa memiliki semangat dan motivasi yang tiada henti. Mengembangkan Kreativitas adalah untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Apabila di kembangkan terus menerus, maka kita bisa semakin bertambah skillnya dalam bidang yang sedang digeluti.
Namun sepertinya belum semua orang mampu memaksimalkan daya kreativitas ini. Mungkin daya kreativitasnya tinggi, namun ternyata belum bisa mengeksekusi secara maksimal. Padahal, jika kita mau melihat dengan lebih jeli, sebenarnya apa saja yang kita pikirkan bisa dikembangkan menjadi bisnis menarik yang bisa mendatangkan profit dan bisa membantu masyarakat.
Dengan adanya sumber daya kreativitas dan kemampuan berpikir kita, maka seharusnya kita bisa memanfaatkan kelebihan ini untuk membuka rencana bisnis. Apabila Anda termasuk ‘kategori’ orang-orang yang mempunyai kreativitas tinggi, maka Anda harus mengembangkannya saat ini juga.
Sobat . Mungkin saja, dengan kreativitasmu itu banyak orang-orang yang merasa terbantu dan berterimakasih kepadamu. Nah, bagaimana cara mengembangkan kreativitas menjadi peluang bisnis? Ikuti saja metode-metode berikut ini…
- Always Positive Thinking
Pikiran yang positif bisa membangun sesuatu hal yang positif pula, begitu pun dengan pola pikir kita. Mempunyai pikiran positif merupakan pertanda kalau Anda sudah memiliki pemikiran yang baik dalam segala sesuatu. Dengan pikiran yang positif pula, Anda bisa menciptakan berbagai ‘aura’ positif yang bisa membuat semakin percaya diri. Anda bisa yakin akan suatu hal, bahwa tidak ada yang tidak mungkin.
Jadi, semakin Anda berpikir positif, maka semakin kuat pula keyakinan Anda untuk menciptakan hal baru. Sekiranya hal itu bisa berguna dan baik untuk digunakan masyarakat. Jika Anda tidak punya pikiran yang positif, maka Anda akan sangat susah dalam berinovasi dan mengembangkan kreativitas yang dimiliki. Keberanian Anda untuk bereksperimen juga akan berkurang dan stuck di situ-situ saja.
Keberanian dalam berkreativitas dan berinovasi adalalah kunci keberhasilan untuk mencapai sesuatu, dan itu hanya bisa berhasil apabila Anda mempunyai pemikiran yang positif. Misalnya saja, Anda mempunyai keinginan berinovasi untuk memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Anda bisa mengubahnya menjadi kerajinan yang selain memiliki nilai estetika, namun juga bernilai ergonomis.
Akan tetapi apabila Anda tidak memiliki pikiran positif terhadap mimpi Anda, maka sesuatu yang seperti ini tidak akan bisa berjalan baik.
- Tulis Ide Kreatif Anda pada Secarik Kertas
Cobalah untuk menuliskan secara rinci mengenai ide-ide Anda pada selembar kertas. Ini bisa membantu Anda untuk mengingat inspirasi dan ide-ide gila yang pernah Anda pikirkan.Saat Anda membayangkan dan ingin menjalankan rencana ide kreatif Anda, maka ingatlah dengan metode-metode yang akan ditempuh. Analisa juga setiap kemungkinan yang ada beserta tantangan dan rintangannya.
Menuliskan secara rinci mengenai ide Anda bisa membantu untuk mencari solusi bila tiba-tiba Anda mengalami kendala. Catatan yang rinci juga bisa kita susun dengan lebih matang dibandingkan hanya memikirkannya di kepala. Ini juga bisa menjadi peta petunjuk, Anda bisa tahu apa saja yang hendak dilakukan jika ada masalah yang sedang Anda hadapi.
Misalnya saja Anda ingin membuka usaha mie ayam. Setelah Anda catat semua perencanaannya, rupanya ada beberapa kekurangan dalam rencananya. Hambatan juga ternyata tiba-tiba muncul saat Anda sedang merintis bisnis.Nah, tanpa bertele-tele, Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Dengan membaca catatan saja, pikiran Anda bisa lebih terbantu menemukan berbagai solusi.
3. Jangan Malu Bertanya
Seperti banyak pepatah mengatakan, malu bertanya sesat dijalan. Memang pepatah ini cukup ‘tak terbantahkan’ karena memang begitu adanya. Anda tidak akan tahu hal-hal penting jika Anda malu atau malas bertanya kepada orang lain. Bertanyalah kepada orang lain mengenai ide-ide Anda, lalu dengarkanlah pendapatnya. Hal ini termasuk sesuatu yang wajar dan amat positif. Dengan bertanya kepada orang lain, Anda bisa mengetahui ide Anda ini bagus atau tidak. Apa saja kekurangannya, apa yang perlu ditingkatkan dan lain sebagainya.
Jadi, semakin sering Anda bertanya maka Anda juga bisa meminimalisir rasa cepat puas dan sombong terhadap ilmu yang sudah pernah dipelajari. Bertanya juga bisa membuat diri menjadi lebih bersemangat untuk terus tumbuh setiap harinya.Anda juga bisa menemukan berbagai solusi secara tidak langsung di dalam bisnis Anda, ini tentu akan meningkatkan dan mengembangkan kreativitas yang ada di dalam otak Anda.
4. Siapkan Rencana Alternatif
Yakin terhadap rencana yang dibuat sebenarnya boleh-boleh saja, karena memang Anda harus percaya diri terhadap apa yang sudah direncanakan. Namun, untuk meminimalisir semua kemungkinan yang akan terjadi, tidak ada salahnya Anda membuat rencana alternatif.Dengan rencana alternatif ini, Anda bisa mengantisipasi jika ternyata rencana awal mengalami kegagalan. Selain itu juga, rencana alternatif bisa memberikan penanda untuk mendefinisikan batasan pada rencana awal yang Anda buat.
5. Pastikan Keputusanmu Tepat
Sebelum memberikan awards pada ide Anda, yakinkan terlebih dahulu apakah Anda bisa menjalankannya dengan baik atau tidak. Pikirkan masak-masak beberapa lini yang mungkin rawan akan masalah. Hasil pertimbangan ini akan sangat memengaruhi kinerja dan keputusan yang akan Anda buat selanjutnya.
Untuk mendapat opsi terbaik pada apa yang akan Anda putuskan, cobalah untuk membandingkan berbagai alternatif yang mungkin bisa Anda terapkan. Minta juga pendapat orang lain, apakah keputusan ini sudah benar? Sudah tepat untuk dijalankan?
Keputusan ini bisa menjadi indikator tertentu untuk menilai, apakah tujuan Anda sudah tercapai atau belum. Dengan begitu, Anda juga akan lebih bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan untuk selanjutnya dikoreksi dan dievaluasi kembali.
6. Komitmen Pada Diri Sendiri
Membuat komitmen dalam mengembangkan kreativitas terutama dalam hal bisnis ternyata sangatlah penting. Komitmen ini bisa menjadi bukti dan keseriusan Anda dalam suatu hal.Anda juga bisa terdorong untuk tetap menggeluti apa yang sudah dikerjakan selama ini, tidak berpindah haluan atau melirik peluang lain.
Dengan komitmen yang kuat terhadap perencanaan Anda, Anda bisa memiliki waktu untuk mengembangkan mesin kreatifitas yang ada pada diri Anda. Selain itu, Anda juga akan selalu siap dan ingat untuk melakukan pembaruan di setiap harinya agar semakin kreatif dan inovatif.
7. Perluas Ilmu dan Wawasan
Ilmu dan wawasan merupakan kunci agar Anda bisa semakin berkembang. Semakin sering Anda menyerap ilmu dari orang lain, maka semakin banyak ilmu yang akan didapat. Ilmu ini bisa menyempurnakan ide dan gagasan Anda untuk ke depannya, bisa juga Anda aplikasikan pada bisnis yang hendak dirintis.
8. Segeralah Beraksi!
Terakhir, segeralah beraksi. Semua ilmu yang telah Anda pelajari barusan akan menjadi sampah apabila tidak dipraktikkan. Anda bisa menggali lebih dalam ide-ide kreatif yang timbul dari kepala Anda. Buatlah rancangannya, lalu praktikkan sesegara mungkin.
Itulah beberapa penjelasan mengenai cara mengembangkan kreativitas menjadi peluang bisnis. Dengan mengetahui metode pengembangan kreativitas, maka Anda akan lebih mudah dalam menggali berbagai ide yang potensial untuk dijadikan peluang bisnis.
Adapun Bagaimana kita mengembangkan Literasi digital tulisan berikut akan mengupas hal itu. Puspito (2017: 308) menjelaskan Sembilan kategori dalam dunia literasi digital sebagai berikut.
1.Tersedianya situs internet dan jejaring sosial.
2.Kemampuan menggunakan platform yang berbeda.
3.Mampu menjaga privasi dalam bersosial media.
4.Mampu menggunakan identitas yang benar.
5.Terampil mempublikasikan konten edukasi di berbagai aplikasi.
6.Mengatur dan mengidentifikasi berbagai konten.
7.Mampu membuat konten baru dari media digital.
8.Mampu mencari,mengakses,menyaring, memilih informasi dengan benar.
9.Mampu mengeshare gagasan pembelajaran atau karya ilmiah pribadi
DI era digital saat ini, para guru dan murid dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, terutama di masa pandemi saat kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Literasi digital antara tenaga pendidik dan anak didik harus dikembangkan, karena guru kini harus memiliki kemampuan menyajikan materi yang baru secara digital, agar peserta didik tidak cepat bosan. Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) Ahli Muda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nur Fitriana
Menjelaskan, ada beberapa layanan penunjang literasi dan pembelajaran digital yang dimiliki dan diawasi oleh Kemendikbud seperti portal Rumah Belajar, Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia atau AKSI Sekolah, Setara Daring, SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah), dan TV Edukasi. Menurutnya, guru dan orang tua murid harus punya referensi konten-konten yang tepat untuk putra-putri dan siswa-siswinya, tanpa ada iklan-iklan yang tidak pantas untuk diakses oleh anak-anak.
Menurutnya, literasi digital yang baik bukan berarti semua diserahkan kepada anak. “Menjadi independent learner atau pembelajar mandiri itu penting, tetapi tidak serta merta kita biarkan begitu saja, tetap kita melakukan komunikasi, interaksi, attachment antara orang tua dan murid, itulah yang kita optimalkan.
Jadi referensi-referensi inilah yang Kominfo dan Kemendikbud terus berupaya untuk memberikan layanan-layanan terbaik, khususnya di dunia pendidikan,” ujarnya dalam webinar Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kemendikbud dan Siberkreasi.
Praktisi Literasi Digital Eko Indrajit mengatakan, hampir semua materi pembelajaran sudah bisa ditemukan di internet, bahkan kampus-kampus dan sekolah-sekolah terkemuka dunia membuka semua materi ajarnya di internet. Oleh karena itu menurutnya, kita harus berpindah dari content-based education menuju outcome-based education. “Jadi kalau kita masih mengajar dengan cara memberikan materi yang sudah ada di internet, maka kita membuang waktu untuk abad saat ini,” jelasnya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Ia mengeluarkan sebuah istilah yang disebut dengan Cyber Pedagogy, yaitu bagaimana mengajar, sharing, dan membentuk pribadi dengan cara memanfaatkan teknologi digital, internet dan siber. “Dan untuk membuat ini berhasil, semua pihak harus memiliki digital literacy, baik guru, siswa, orang tua, maupun pihak-pihak masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujar Eko.
Dosen dan Relawan TIK, Mihram Rahman mengatakan, kreativitas adalah salah satu hal yang penting untuk memunculkan kemenarikan pada saat tenaga pendidik menyampaikan materi. Ia mencontohkan dengan mencoba mengganti posisi handphone menjadi landscape, atau mencari lokasi yang bagus ketika melakukan face to face online learning.
“Karena dengan menciptakan kemenarikan bisa mendapatkan hasil belajar yang maksimal,” ujarnya. Kreator Konten, Wahyu Aditya menjelaskan, dalam hal pembuatan sebuah konten dibutuhkan pengetahuan tentang storytelling dan desain.
Menurutnya, storytelling sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan yang akan diceritakan, sedangkan desain dapat menciptakan perilaku seperti kecanduan, kegembiraan, dan keterlibatan. “Kita harus belajar bagaimana memiliki kemampuan untuk meminjam lensa seorang desainer, karena itu adalah kunci pendidikan literasi digital di zaman sekarang ini,” ucapnya.
Pada literasi digital terdapat enam elemen dasar. Elemen dasar merupakan keahlian atau kemampuan yang menjadi dasar dalam literasi digital.
Menurut California ICT Digital Literacy Assessments and Curriculum Framework (2008) memiliki enam elemen dasar, sebagai berikut :
- Access atau mengakses ialah mengetahui tentang dan bagaimana cara dalam mengumpulkan dan mendapatkan informasi dalam lingkup digital.
- Manage atau mengelola ialah mengidentifikasi dan mengatur informasiyang relevan sesuai dengan kebutuhan organisasi yang dapat diaplikasikan untuk masa depan.
- Integrate atau mengintegrasikan ialah menyampaikan dan mempretasikan ulang sebuah informasi dengan menggabungkan, meringkas, menarik kesimpulan, membandingkan, dan membedakan informasi dari berbagai sumber dengan alat ICT atau TIK.
- Evaluate atau mengevaluasi ialah membuat sebuah penilaian tentang kualitas, relevansi, kegunaan atau efisiensi informasi untuk tujuan tertentu.
- Create atau menciptakan ialah menghasilkan informasi baru dengan cara mengadaptasikan, menerapkan, merancang, menciptakan, atau menyajikan kembali informasi. Misalnya untuk mengemukaan pendapat, dan mendukung suatu argumen.
- Communicate atau mengkomunikasikan ialah mengkomunikasikan informasi untuk memenuhi kebutuhan berbagai khalayak melalui penggunaan media yang tepat.
California ICT Digital Literacy Assessments and Curriculum Framework merupakan standar penilaian penggunaan ICT atau TIK untuk siswa dan para tenaga pendidikan seperti Guru di abad ke-21. Standar penilaiannya meliputi kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi, dan jaringan imternet untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, mengevaluasi, membuat dan mengkomunikasikan informasi.
Salam Dahsyat dan Luar Biasa!
( Spiritual Motivator – DR Nasrul Syarif M.Si Penulis Buku Santripreneur. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )