7 Sikap Intelektual Muslim dalam Menakar Sejarah Islam dan Nusantara dari Tinjauan Multiperspektif dan Objektif

7 Sikap Intelektual Muslim dalam Menakar Sejarah Islam dan Nusantara dari Tinjauan Multiperspektif dan Objektif

FDMPB— Bukti penyebaran islam secara meluas, dan tidak terkecuali berkembang di daerah nusantara dengan berbagai bukti baik artefak, dokumen maupun kultur keislaman yang tampak pada kehidupan umat islam di Nusantara. Bukti-bukti adanya jejak penyebaran peradaban islam sangat banyak dan memiliki berbagai prespektif dalam peradaban umat manusia. Bukti- bukti dilihat dari prekpektif histori rangkaian peristiwa, prespektif kekuasaan dan kepemimpinan, prespektif kebudayaan, prespektif ekonomi, prespektif Pendidikan.
Diskusi menarik pun digelar fenomenal oleh Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) dengan tema “Menakar Sejarah Islam dan Nusantara: Tinjauan Multiperspektif dan Objektif” pada Sabtu (29/8/2020). Alhasil sebagaimana Press Realese yang diterima redaksi ada 7 poin penyataan sikap intelektual.

1. Keberadaan Khilafah Islam adalah fakta sejarah. Tak bisa dibantah. Khilafah Islam pernah eksis selama tidak kurang dari 13 abad. Menguasai tidak kurang dari 2/3 wilayah dunia. Jejak Khilafah ini begitu jelas dalam lintasan sejarah di dunia. Termasuk di Nusantara. Meski demikian, fakta sejarah Khilafah bukanlah dalil atas kewajiban menegakkan kembali Khilafah. Fakta sejarah Khilafah hanya mengungkap satu hal, yaitu bahwa sebagai suatu kewajiban, Khilafah pernah dipraktikkan oleh kaum Muslim selama berabad-abad. Tidak kurang dari 14 abad

2. Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam sebagaimana shalat, puasa, zakat, haji dan yang lainnya. Seluruh ajaran Islam itu adalah kebaikan karena berasal dari Dzat Yang Maha Baik, yaitu Allah SWT, dan ajaran Islam adalah jalan hidup (way of life) dan sekaligus solusi (problem solving) bagi seluruh permasalahan umat manusia, baik muslim maupun non muslim, sebagaimana penegasan Allah SWT bahwa Islam adalah sebagai rahmatan lil alamiin.
3. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim untuk terus berjuang demi kelangsungan hidup Islam, dan kita berjuang bukan karena sejarah. Melainkan karena Keimanan kita kepada Allah SWT. Kita melihat sejarah Islam bahwa merupakan bukti otentik dan empiris bahwa ketika Islam diterapkan, itu berhasil membebaskan dunia dari penjajahan
4. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim untuk melakukan penyadaran atas hal-hal fundamental dari ajaran Islam yang telah disalahpahami umat, sekaligus mengadvokasi pentingnya untuk kembali pada ajaran Islam yang kaffah dan berdimensi Rahmatan lil Alamiin.
5. Menyeru kepada seluruh intelektual Muslim untuk menolak dan meminta dihentikannya seluruh program deradikalisasi, reduksi, diskriminasi, dan kriminalisasi ajaran Islam yang merupakan bentuk dari Islamofobia dan war on radicalism yang sejatinya adalah war on Islam.
6. Menyerukan kepada pemerintah agar kembali kepada aturan Allah dan Rasul-nya dan menghentikan persekusi terhadap para intelektual maupun ulama dan para aktivis Islam, yang mempunyai pemikiran kritis dan menyuarakan Islam yang sebenarnya.
7. Menyerukan kepada sesama intelektual muslim merapatkan barisan untuk mengedukasi masyarakat untuk terikat kepada aturan Allah dan Rasul-Nya. Islam adalah Rahmatan lil’Aalamin yang akan membawa keberkahan, kedamaian, menyelamatkan umat manusia dan seluruh alam.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keistiqomahan dan pertolongan kepada kita semua untuk terus berjuang di jalan Allah demi kelangsungan hidup Islam dan kesejahteraan umat manusia dan seluruh Alam.
Sabtu, 29 agustus 2020 yang tertanda oleh Ketua Dr. Ahmad Sastra MM dan Sekjend Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa Dr.Faqih Syarif M.Si.[hn]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here