Kunci Kebahagiaan adalah Syukur

Sobat. Salah satu cara yang paling efektif  untuk bisa menikmati dan merasakan kebahagiaan  dalam  hidup ini  adalah  dengan  bersyukur . Seseorang yang selalu mensyukuri nikmat, sekecil apa pun nikmat yang ia dapatkan, akan mudah merasakan kebahagiaan. Sebaliknya, seseorang yang tidak pandai bersyukur atau kufur nikmat, sebesar apa pun nikmat yang ia dapatkan , tidak akan dapat merasakan kebahagiaan.

Allah SWT  berfirman  dalam QS Ibrahim ayat 7 :

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ   (٧)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. ( QS. 14 :7)

Sobat. Dalam ayat ini Allah swt kembali mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya. Bila mereka melaksanakannya, maka nikmat itu akan ditambah lagi oleh-Nya. Sebaliknya, Allah juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya, dan tidak mau bersyukur bahwa Dia akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.

Sobat. Mensyukuri rahmat Allah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Pertama, dengan ucapan yang setulus hati; kedua, diiringi dengan perbuatan, yaitu menggunakan rahmat tersebut untuk tujuan yang diridai-Nya.

Sobat. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita lihat bahwa orang-orang yang dermawan dan suka menginfakkan hartanya untuk kepentingan umum dan menolong orang, pada umumnya tak pernah jatuh miskin ataupun sengsara. Bahkan, rezekinya senantiasa bertambah, kekayaannya makin meningkat, dan hidupnya bahagia, dicintai serta dihormati dalam pergaulan. Sebaliknya, orang-orang kaya yang kikir, atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridai Allah, seperti judi atau memungut riba, maka kekayaannya tidak bertambah, bahkan lekas menyusut. Di samping itu, ia senantiasa dibenci dan dikutuk orang banyak, dan di akhirat memperoleh hukuman yang berat.

Sobat. Saat ada  yang mengusik kehidupan kita itu pertanda bahwa kita semakin tinggi. Bukankah hanya pohon yang  dilempar oleh anak-anak? Jadi bila  ada yang mencercamu, anggap saja dia anak-anak yang sedang melempar buah. Segera kirim “buah kebaikan” kepada anak-anak itu.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah  menjelaskan ada lima prinsip sikap syukur :

  1. Tunduk kepada Yang Memberi Nikmat.
  2. Senantiasa cinta kepada-Nya.
  3. Menyadari bahwa nikmat itu datang hanya dari Allah.
  4. Senantiasa memuji Allah atas anugerah-Nya.
  5. Hanya melakukan aktivitas yang diridhoi Allah dan tidak melakukan maksiat.

Sobat. Rasa syukur  harus  terus kita pupuk. Karena sesungguhnya setiap hari  kita selalu  dilimpahi  nikmat oleh Allah SWT. Sejak kita bangun tidur hingga kita tidur kembali , curahan nikmat Allah tak pernah berhenti.

Salam Dahsyat dan luar biasa!

( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Gizi Spiritual dan Santripreneur Santri Milenial. CEO Educoach. Dosen pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo Kediri. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur. www.educoach.id )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here