Monday, May 10, 2021
HomeInspirasi MesirRamadhan Mubarak di Kairo Mesir

Ramadhan Mubarak di Kairo Mesir

Bangga Indonesia, Mesir –  Ramadhan Mubarak di Kairo Mesir.

Temans….Sudah 3 Kali Ramadan saya berpuasa di negeri orang.Satu kali pada sebelum pandemic dan kini menginjak tahun kedua pada masa pandemic.Hampir 3 tahun ternyata tanpa terasa saya meninggalkan tanah kelahiran.

Ramadhan di Kairo Mesir memang memiliki keunikan tersendiri.Negeri yang terletak di Benua Afrika yang terkenal dengan negeri 1000 menara ,negrinya firaun,negeri para Nabi dan terkenal dengan piramidanya yang masuk dalm 7 keajaiban dunia ini seolah tak menyia-nyiakan moment Mubarak ini.

Kelap-kelip Lampu Menyambut datangnya bulan Ramadhan di Kairo Mesir

Negeri yang dalam al Qur’an, namanya disebut secara jelas sebanyak 5 kali, dan secara tersirat 30 kali –menurut sebagian Ulama , memang memiliki segudang keistimewaan dan daya tarik, terutama saat Ramadhan tiba.

Kebiasaan di Mesir ketika Ramadhan menjelang,mengingatkan saya saat-saat paling meriah di Indonesia yaitu peringatan HUT kemerdekaan RI,yang kalau dengan bahasa kampung saya sering sebut dengan “Agustus-an”. Di pasangnya lampu-lampu jalan dan hiasan kerlap- kerlip warna warni.Sangat seru dan terasa sekali kegembiraan dan gempita warga menyambutnya.
Toko-toko banyak menyesuaikan jam buka,terutama toko/warung makan.Pada bulan puasa mereka membuka tokonya mulai sebelum magrib sampai menjelang makan sahur.Seolah kota ramai 24 jam penuh.Makanan.Jika kamu ingin menikmati jajanan khas Mesir,kamu bisa jalan-jalan di sekitar Darassah,Hay Asir atau gamaliyah.Disana kamu pasti banyak temui makanan seperti sandwich,fatiroh (sejenis roti yang di olesi coklat),pizza,hawawis (roti eysi isi daging) yang tentu yummi banget rasanya.Di tambah lagi minuman susu dan juga juz yang di jual sangat murah.

Temans…kalo di Indonesia,puasa juga dirayakan secara antusias umat Islam dengan melakukan shadaqah dengan memberi makanan bagi orang yang berpuasa,maka tak kalah brutal,di Mesirpun warga sangat antusias dalam berlomba-lomba memberikan makanan lengkap dengan ta’jil (kalau di Indonesia menyebut) dan angpaw pun banyak kita dapatkan kalau sudah rejeki di seputar jalan-jalan besar.Pada saat sebelum pandemic,orang mesir banyak menyiapkan meja-meja lengkap dengan kursinya berjajar di lorong-lorong.

Menu berbuka Kousyari ( Seperti Nasi Uduk yang berwrna-warni), jus,urma dan buah

Disana kita bisa menikmati mulai makanan pembuka sampai makanan pokok saat berbuka.Dan semuanya gretong gaess…benar-benar bulan berkah terutama bagi kita kantong mahasiswa rantau.Sehingga hampir sebulan penuh,kita tidak perlu menyiapkan uang untuk makan.Asal siap mencari Musaadah yang menyiapkan buka gratisan hehe asyik yaa…

Namun Temans….pada saat pandemic seperti sekarang,ngabuhburit dengan cara berjajar dan bersama-sama tentu dilarang.Sebagai gantinya,warga Mesir tetap tidak kehilangan cara untuk berbagi.Hampir di tiap jam-jam menjelang berbuka,kontrakan kami sering di datangi musaadah untuk memberi makanan gratis lengkap pada kami.Masya Allah …Ramadhan memang Istimewa buat siapapun..

Temans…Puasa ramadhan disini tentu saja berbeda dengan Indonesia.Jika di Indonesia kita berpuasa selama 14 jam,maka disini akan lebih panjang ,yaitu sekitar 16 jam.Di tambah pula ,Ramadhan selalu bertepatan pada saat musim panas dengan suhu yang cukup panas mencapai 30-40 derajad.Sudah bisa dipastikan kami lebih memilih diam di dalam rumah saat tidak ada tugas-tugas kuliah.

Pada saat normal,masjid-masjid akan selalu ramai dengan kegiatan.Seperti tadarrus,kajian Kitab dengan para Masyayikh yang bersanad dan juga daurah-daurah.Kami menyebutnya Talaqy.komunitas mahasiswa juga tidak kalah semangat,ada dari mereka yang mengadakan kajian-kajian atau belajar bersama.Seperti yang dilakukan teman-teman di komunitas kami Mumtaza Centre.
Namun pada masa pandemic,kegiatan Masjid di batasi.Tarawihpun yang normalnya 20 rokaat atau ada juga yang 11 rokaat menjadi hanya 11 rokaat.Dan surat yang dibaca pun variatif, ada yang 1 juz/hari ada juga yang 2 juz/hari tergantung imam yang memimpinya. Akan tetapi ketika pandemic rata rata menggunakan surat pendek atau ayat yang pendek selama 30 menit harus selesai dan Masjid akan di tutup.
Nah Temans….seru sekali kan?semoga puasa kalian lancar dan kita dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan dalam kondisi normal.Bagus lagi jika kalian bisa menikmati Ramadhan di negeri para Nabi ini.Sampai jumpa pada liputanku selanjutnya.Salam
(Mumtaz Masyhari Faqih-Mahasiswa Al Azhar dan Kontributor banggaindonesia.com Mesir)

Antrean mengambil bantuan makanan, sembako dan uang dari musaadah

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

Siti Chomaria Turmudzi on Bagaimana Cara Berpikir Positif?
Siti Chomaria Turmudzi on Dapatkan Rahmat Allah Yang Khusus!
Puspita Indah Kurniasari on Sudahkah Kita Menjadi Guru Inspiratif?