Personel TNI AU Lanud El Tari Kupang mengawal ketat kedatangan tujuh koli vaksin COVID-19 Sinovac yang tiba di bandara El Tari Kupang, Kota Kupang, NTT Selasa (5/1/2021). Sebanyak 13.200 dosis vaksin COVID-19 Sinovac buatan China tahap pertama untuk NTT itu diperuntukan bagi 6.600 tenaga kesehatan di provinsi itu . ( ANTARA)

Bangga Indonesia, Kupang – Sebanyak 13.200 dosis vaksin COVID-19 Sinovac buatan China dari PT Biofarma, Jawa Barat, Selasa pagi tiba di bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur untuk kemudian nanti didistribusikan ke kabupaten-kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan NTT Emma Simanjuntak saat ditemui di kargo bandara El Tari mengatakan bahwa total keseluruhan ada tujuh koli vaksin COVID-19 yang dikirim ke NTT.

“Total yang tiba ada tujuh koli dan jumlah dosisnya mencapai 13.200 vaksin COVID-19,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, vaksin yang tiba di bandara El Tari itu diterima langsung dan dijaga ketat oleh personel Lanud El Tari Kupang dan juga petugas Avsec bandara El Tari Kupang itu.

Kemudian usai dinaikkan ke dalam gerobak kargo bandara, personel TNI AU kemudian tetap mengawalnya untuk kemudian diserahkan ke personel Brimod Polda NTT bersenjata lengkap yang kemudian dikawal menuju ke gudang farmasi Dinas Kesehatan NTT.

Selain itu saat diterima oleh Brimod Polda NTT, pihaknya juga langsung menyemprotkan desinfektan ke tujuh koli berisi ribuan vaksin COVID-19 Sinovac asal China itu.

Emma mengatakan bahwa sejumlah vaksin COVID-19 itu nanti akan langsung dikirim ke 22 kabupaten/kota di NTT untuk kemudian juga langsung didistribusikan ke puskesmas-puskemas.

“Nanti yang diutamakan adalah ternaga kesehatan di NTT ini. Jadi nanti setelah didata akan langsung dikirim ke kabupaten-kabupaten di NTT,” tambahnya.

Gudang farmasi obat-obatan yang digunakan untuk penyimpanan vaksin sudah diatur sedemkian rupa dengan suhu antara 2-8 derajat Celcius, untuk menjamin mutu dari vaksin itu, demikian Emma Simanjuntak.

​​​​​​​
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor : Andi Jauhary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here