Sumber foto : Google
- Advertisement

Al–Quran adalah penyembuh dan Rahmat

“Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.”

 ( QS. Al-Isra’ : 82 )

Sobat, Orang yang menelaah ayat yang mulia di atas akan tahu dan yakin bahwa Al-Quran  adalah penyembuh dan rahmat. Tak heran, sebab ia kalam Allah yang tidak mengandung kebatilan.

Baginda Rasulullah Saw bersabda, “Kalian harus berpegang pada dua penyembuh: Al-Quran dan madu.” ( HR. Ibnu Majah dan Hakim )

Sobat, Awal kesembuhan bukan di tangan dokter atau obat-obatan, melainkan dari Allah. Langkah awal untuk sembuh dari penyakit adalah keyakinan dan prasangka yang baik  kepada Allah. Bukankah Allah SWT. Berfirman, “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” ( QS. Asy-Syu’ara : 80 )

Sobat, Allah juga memerintahkan orang-orang sakit agar bersabar, memohon ampunan, berdoa, serta menjalankan ibadah lain yang dapat menghantarkan mereka kepada Sang Penyembuh. Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan penyakit tanpa perantaraan obat.

Sobat, Bakar bin Abdullah Al Muzny berkata, “Siapa yang beragama Islam kemudian dikaruniahi kesehatan badan, maka sungguh  terkumpul padanya kenikmatan dunia yang terbaik, sekaligus kenikmatan akherat. Kenikmatan terbaik di dunia  adalah kesehatan jasmani, sementara  kenikmatan terbaik di akhirat adalah Islam. ”Hasan berkata, Nabi Saw mendengar seorang laki-laki berkata, “Alhamdulillah dengan Islam.” Maka Rasulullah Saw menjawab, “Kau telah mensyukuri nikmat Allah yang paling agung.” (HR. Ibnu Abid Dunya)

Sobat, betapa  banyak  orang yang beranggapan bahwa nikmat Allah itu hanya sebatas  nikmat makan dan minum. Hati mereka linglung lantaran mereka memiliki harta yang banyak, rumah yang megah, mobil baru, mereka melupakan nikmat Iman dan Islam. Padahal Allah telah memilihkan untuk mereka agama yang dipilihnya untuk diri-Nya sendiri. Karena itu, menurut Ibnu Qayyim bahwa bentuk “Syukur yang umum” berupa syukur atas nikmat makanan, pakaian, dan nutrisi badan. Sementara bentuk syukur yang khusus berupa syukur atas tauhid, iman, islam dan nutrisi hati.

Sobat, berobat dengan wasilah Al-Quran adalah perkara yang sudah ditetapkan dalam syariat. Berapa banyak pasien yang terserang penyakit dan tidak ada obatnya secara medis, tetapi dapat disembuhkan dengan rahmat dan kasih sayang Allah. Dan itu terjadi dengan media bacaan ayat-ayat Al-Quran, sehingga Allah menyembuhkan mereka  dengan berkah kitab-Nya. Al-Quran adalah penyembuh dan rahmat bagi orang yang mengimani serta mengamalkannya.

Sobat, Dr. Ahmad al-Qadhi Direktur Utama Islamic Medicine Institute for Education and Research yang berpusat di Amerika serikat, sekaligus konsultan ahli sebuah klinik di Panama City, Florida. Beliau pernah melakukan riset dengan tema “Pengaruh Al-Quran pada manusia dalam perspektif Fisiologi dan psikologi”, Penelitian tersebut bertujuan untuk menenyukan kemungkinan adanya pengaruh Al-Quran pada fungsi organ tubuh manusia, sekaligus mengukur intensitas pengaruhnya jika memang ada. Tujuan kedua adalah efek relaksasi atau penurunan yang ditimbulkan oleh bacaan Al-Quran pada ketegangan saraf refleksi beserta perubahan fisiologi yang mengiringinya. Hasil riset ini telah dipresentasikan dalam konferensi tahunan ke-17 Ikatan Dokter Amerika, di Saint Louis, Missiouri, Amerika serikat.

Dalam penelitian ini dilakukan 210 kali eksperimen kepada responden. Para responden dalam keadaan santai dan mata tertutup, setiap responden dipasang jarum elektrikal pada anggota tubuh masing-masing yang tersambung dengan mesin pengukur yang berbasis komputer. Hal ini untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik dan mengukur reaksi urat saraf reflektif pada organ tubuh responden diminta mendengarkan Al-Quran sebanyak 85 kali eksperimen, 85 kali bacaan teks Bahasa arab dan 40 kali eksperimen berikutnya tidak mendengarkan bacaan apa pun.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mendengarkan bacaan ayat suci Al-Quran  memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan ketegangan urat saraf reflektif. Dan hasil ini tercatat dan terukur secara kuantitatif dan kualitatif oleh sebuah mesin berbasis komputer.

Ternyata kemajuan teknologi telah mendeteksi  secara akurat  bahwa mendengarkan ayat-ayat Al-Quran dapat merelaksasi saraf reflektif, memfungsikan organ tubuh, serta memberikan aura positif pada tubuh manusia.

Sobat, Allah SWT  berfirman, “Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam :58)

Baginda Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah masuk neraka seorang laki-laki yang menangis karena takut kepada Allah sampai susu kembali ke payudaranya.” (HR. Tirmidzi)

Sobat, dari ayat dan Hadits di atas jelaslah bahwa Islam telah menganjurkan kita agar menangis karena takut kepada Allah, karena tangisan seperti ini adalah ekspresi ketakwaan dan ketundukan kepada Allah SWT.

Sobat, ilmu pengetahuan modern membuktikan bahwa tangisan atau air mata mengandung lyzosime yang dapat membunuh berbagai macam mikroba. Lyzosime ini sendiri adalah zat disinfektan yang lebih keras daripada zat-zat kimia yang digunakan untuk mendisinfeksi seluruh tubuh. Cairan yang disebut dengan lyzosime dapat membunuh sekitar 90-95 % bakteri-bakteri hanya dalam waktu lima menit. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata.

Sobat, melalui sejumlah riset dan penelitian, para ilmuan sampai pada kesimpulan bahwa pasien yang taat beragama dan menjalin hubungan dengan Allah, akan lebih cepat sembuh dan lebih sehat daripada orang yang jauh dari-Nya. Inilah mukjizat Al-Quran.

( Spiritual Motivator – DR.N.Faqih Syarif H, M.Si. Penulis buku Gizi Spiritual. Pengasuh kelas menulis online 90 Hari Menulis Buku. Sekretaris Komnas Pendidikan Jawa Timur )

#90HariMenulisBuku

#MarhabanYaRamadhan

#InspirasiIndonesiaMenulis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here