Memohon Perlindungan Kepada Allah

Sobat. Manusia itu lemah butuh pertolongan dari Allah SWT. Berdoa adalah intisarinya ibadah. Maka sudah sepatutnya kita harus senantiasa berdoa kepada-Nya. Termasuk di dalamnya adalah memohon perlindungan kepada Allah SWT dari sifat hasad.

Allah berfirman dalam QS. 113 ayat 5 :
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. (٥)

Sobat. Dalam ayat ini, Allah memerintahkan kaum Muslimin untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan orang-orang yang dengki bila ia melaksanakan kedengkiannya dengan usaha yang sungguh-sungguh dan berbagai cara untuk menghilangkan nikmat orang yang dijadikan objek kedengkiannya dan dengan mengadakan jebakan untuk menjerumuskan orang yang didengkinya jatuh ke dalam kemudaratan. Tipu muslihat yang dijalankannya itu sangat licik sehingga sulit diketahui. Tidak ada jalan untuk menghindarinya kecuali dengan memohon bantuan kepada Allah Maha Pencipta karena Dia-lah yang dapat menolak tipu dayanya, menghindari kejahatannya, atau menggagalkan usahanya. Hasad haram hukumnya, dan merupakan dosa yang pertama kali ketika iblis dengki kepada Nabi Adam, dan Qabil dengki kepada Habil.

Sobat. Kita juga diajarkan oleh Islam meminta perlindungan kepada Allah SWT dari hal-hal yang dibenci sebagaimana Firman-Nya :

قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا (١٨)
“Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. ( QS. 19 ( Maryam) : 18)
Sobat. Tatkala Maryam melihat ada seorang laki-laki di tempatnya yang terasing itu, beliau berlindung kepada Allah Ta`ala dari kejahatan yang mungkin timbul seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah; jangan sekali-kali kamu mengganggu aku jika kamu bertakwa kepada-Nya, sebab setiap orang yang bertakwa itu selalu menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.”
Sobat. Islam juga mengajarkan kepada kita untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari bahaya angin, hujan dan segala kejahatan. Sebagaimana firmannya :
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (٢)
“ Dari Kejahatan Makhluk-Nya.” ( QS. Al-Falaq : 2 )
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh kaum Muslimin supaya selalu berlindung kepada Tuhan Pencipta semua makhluk agar terpelihara dari segala macam kejahatan atau akibat kejahatan yang ditimbulkan oleh makhluk-makhluk yang telah diciptakan-Nya.

Sobat. Allah juga memerintahkan kepada kita untuk berlindung kepada-Nya dari kejahatan di waktu malam. Mohon perlindungan kepada Allah dari syetan, jin dan manusia. Serta mohon perlindungan dari siksa api neraka.

Allah SWT berfirman :
وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ (٢٠١)
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. ( QS. Al-Baqarah : 201 )

Sobat. Di dalam ayat ini, Allah menyebutkan manusia yang memperoleh keuntungan dunia akhirat, yaitu orang-orang yang di dalam doanya selalu minta agar mendapat kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, dan terjauh dari siksaan api neraka. Untuk mencapai hidup bahagia di dunia harus melalui beberapa persyaratan, di antaranya harus sabar dalam berusaha, patuh kepada peraturan dan disiplin, pandai bergaul dan dipercaya serta mempunyai maksud baik dalam usahanya. Untuk mencapai hidup bahagia di akhirat haruslah mempunyai iman yang murni dan kuat, serta mengerjakan amal yang saleh dan mempunyai akhlak yang mulia. Maka untuk terlepas dari siksa neraka hendaklah selalu meninggalkan pekerjaan-pekerjaan maksiat, menjauhkan diri dari yang keji serta memelihara diri jangan sampai berbuat hal-hal yang diharamkan Allah karena pengaruh syahwat dan hawa nafsu.

Rasulullah Saw bersabda dari Fadhalah ibn ‘Ubaid ra , ia mendengar Rasulullah Saw bersabda, “ Beruntunglah orang yang mendapat hidayah Islam. Hidupnya cukup sesuai kebutuhan dan dia menerimanya dengan qanaah.” ( HR. Ahmad dan AtiTirmidzi )

Sobat. Hadits ini menjelaskan keutamaan seorang muslim yang menerima kehidupan dunianya demi mendapatkan surga abadi. Orang yang berada dalam keadaan ini maka dia telah mendapatkan ketenangan hidup di dunia, sekaligus mendapatkan masa depan akherat yang baik yakni surga.
( Dr Nasrul Syarif M.Si. Penulis Buku Santripreneur. Dosen Pascasarjana IAI Tribakti Lirboyo. Wakil Ketua Komnas Pendidikan Jawa Timur )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here